Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Nilai Eksperensial dalam Kosakata Ujaran Kebencian di Twitter: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Suriadi Suriadi; Baharman Baharman
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motif penggunaan fitur kosakata ujaran kebencian di Twitter. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui tiga tahap: membaca teliti twit-twit yang mengandung ujaran kebencian, mendokumentasikan twit dalam bentuk tangkapan layar, serta mencatat twit dalam tabel klasifikasi data. Kemudian, data dianalisis dengan teori analisis wacana kritis Norman Fairclough berupa analisis teks, interpretasi konteks wacana, dan eksplanasi praktik sosial. Analisis data berfokus pada nilai eksperensial dalam fitur kosakata ujaran kebencian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai eksperensial kosakata ujaran kebencian terepresentasi melalui penggunaan kelebihan penyusunan kata, kata-kata ideologis, dan metafora. Kelebihan penyusunan kata merepresentasikan ujaran penghinaan pada pribadi orang lain, penghinaan pada identitas golongan, dan rasialisme. Kata-kata ideologis merepresentasikan ujaran penghinaan pada pribadi orang lain, penghinaan pada identitas golongan, dan seksisme. Metafora merepresentasikan ujaran penghinaan pada pribadi orang lain, penghinaan identitas golongan, dan rasialisme.
NARASI BERANTAI SEBAGAI TEKNIK KREATIF UNTUK MELATIH KELANCARAN BERBICARA DI DEPAN UMUM Suriadi, Suriadi; Diana, Ririn Sefty; Talib, Arianti; Ardhini, Raisha; Fitriansal
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 06 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum menggunakan narasi berantai. Teknik ini mengarahkan peserta untuk menciptakan dan melanjutkan cerita secara bergantian untuk meningkatkan keterampilan berbicara, spontanitas, dan kepercayaan diri. Pelatihan dilaksanakan di SMKN 2 Makassar kelas XI Jurusan Audio Visual dengan peserta berjumlah 27 siswa. Metode pengabdian dilaksanakan dengan dua tahapan, yaitu tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan kelancaran dan kepercayaan diri peserta dalam berbicara di depan umum. Teknik Narasi Berantai ini berhasil memantik peserta mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dalam bentuk spontanitas merespons cerita. Dengan demikian, teknik kreatif ini tidak hanya meningkatkan keterampilan berbicara, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif.
Keterampilan Berbicara Kritis Mahasiswa dalam Debat Akademis pada Perkuliahan Keterampilan Berbicara Baharman, Baharman; Saleh, Muhammad; Suriadi, Suriadi
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2024 : PROSIDING EDISI 11
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berbicara kritis mahasiswa dalam debat akademis pada perkuliahan keterampilan berbicara. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif kualitatif yang menganalisis secara kritis penggunaan kalimat mahasiswa dalam debat akademis. Instrumen yang digunakan adalah peneliti (human instrument). Data diperoleh dari hasil mentraskripsikan rekaman debat mahasiswa pada perkuliahan keterampilan berbicara. Metode penyajian data yang digunakan berupa metode simak bebas cakap dan catat. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ditemukan berbagai penggunaan kalimat yang merepresentasikan keterampilan berbicara kritis mahasiswa, seperti kemampuan menyusun argumentasi dengan logis dan sistematis, menganalisis dan mengevaluasi informasi secara radikal, serta meyakinkan pendengar dengan data dan detail pendukung lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan debat akademis memberikan sumbangsih konkret dalam meningkatkan keterampilan berbicara kritis mahasiswa. Kata kunci: debat akademis, berbicara kritis, dan keterampilan berbicara
Tantangan dan Efektivitas Program KAREBA: Program Mengajar Mahasiswa Kampus Mengajar V di SD Makassar Baharman, Baharman; Suriadi, Suriadi; Farid, Muh.
Nuances of Indonesian Language Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : PPJB-SIP (Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/nila.v5i2.1079

Abstract

This study aims to determine the challenges and effectiveness of the Gerakan Lancar Membaca (KAREBA) program as a teaching program in reading assistance for students of SD Inpres Sambung Jawa 1 Makassar. KAREBA is a program designed by students of Teaching V campus to improve students' reading skills through a structured approach and active participation. The research method used was descriptive qualitative. The researcher made observations first, then interviewed 5 students of Teaching Campus V at SD Inpres Sambung Jawa 1 Makassar. The results showed that there were several challenges and effectiveness in implementing the KAREBA program at SD Inpres Sambung Jawa 1 Makassar. The challenges are student attendance and participation, motivation and interest in learning, and time management. Opportunities for these challenges include improved reading skills, parental and school support, and teaching methods. Based on this research, it can be concluded that the KAREBA program can be a reference for elementary school teachers in implementing this teaching program.
DENOTASI DAN KONOTASI PADA UNGGAHAN MEME AKUN INSTAGRAM @MEKDIUNM: KAJIAN SEMIOTIKA BARTHES Bintara, Paksi Jaladara; Suriadi, Suriadi
Panrita: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah serta Pembelajarannya Vol 5, No 1 (2025): PANRITA: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v5i1.72414

Abstract

This research aims to reveal the denotation and connotation meanings of @mekdiunm Instagram account memes with Roland Barthes' semiotic approach. The research method used is descriptive qualitative with data sources in the form of several @mekdiunm Instagram account memes. The data collection techniques are listening and recording, while the data analysis techniques include; 1) reading data; 2) analyzing data; 3) describing and discussing the results of the analysis, and; 4) making conclusions. The results show that denotation meaning can be directly understood, while connotation meaning needs to understand certain contexts first.
Stigma Sosial Pejabat pada Kolom Komentar Akun X @Notaslimboy Tinjauan Pragmatik Erving Goffman Salzabila, Nafa Syahwa; Suriadi, Suriadi
Panrita: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah serta Pembelajarannya Vol 5, No 1 (2025): PANRITA: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v5i1.72415

Abstract

This study aims to reveal the dynamics of social stigma formation towards public officials on social media by reviewing the comments on @notaslimboy's X account, specifically in the case of the debate between Dedi Mulyadi and Aura Cinta. Using a pragmatic approach and Erving Goffman's stigma theory, this study analyzes how netizen comments shape the virtual identity of public figures through negative labeling categorized into three types of stigma: blemishes of individual character, tribal stigma, and abominations of the body. Data was purposively obtained based on high interaction and strong labeling content. The results showed that the majority of stigmas that emerged were related to moral character defects, followed by political group-based stigmas. Social media proved to be a fertile arena for stigma reproduction as it allowed for the rapid and widespread formation of collective opinions, which then influenced public perceptions of the credibility and identity of officials. In addition, interactions in the comments section also show a process of resistance and identity negotiation. This research confirms that social media is not only a communication tool, but also a symbolic space where social identities are negotiated and power is redefined by a digital society.
PELATIHAN MENULIS PUISI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SISWA KELAS III SD INPRES MALLENGKERI BERTINGKAT Suriadi, Suriadi; Jaladara Bintara, Paksi; Anggita, Devi; Butsainah, Aidah; Nurhikma
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 03 (2025): MEI 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil observasi pada siswa kelas III SD Inpres Mallaengkeri Bertingkat menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam menuangkan imajinasi dan kreativitasnya ke dalam sebuah tulisan. Hal itu disebabkan oleh rendahnya minat literasi siswa tersebut sehingga terbatas pula kosakata yang dimiliki. Oleh karena itu, mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Indonesia bermaksud memberikan pelatihan menulis puisi kepada siswa dan memberikan arahan untuk rajin membaca buku agar mudah dalam menulis puisi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa siswa-siswa sudah memiliki kemajuan dan mampu menghasilkan dan menulis karya puisi.
PENGEMBANGAN LITERASI ANAK JALANAN MELALUI DONGENG: MEDIA PEMBELAJARAN DAN HIBURAN Suriadi, Suriadi; Gaffar, Muhammad Syukri; Marjan, Intan; Putri, Valina Afida Aprilia; Damayanti, Putri Nadila
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 03 (2025): MEI 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi adalah keterampilan fundamental yang mendukung perkembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemahaman. Namun, anak-anak jalanan sering kali menghadapi keterbatasan dalam akses pendidikan, yang mengharuskan penggunaan pendekatan pembelajaran yang relevan dan menyenangkan. Dalam hal ini, dongeng dipilih sebagai media yang efektif karena dapat menyampaikan nilai-nilai moral, budaya, dan pelajaran hidup melalui cerita yang imajinatif dan interaktif. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan literasi anak-anak jalanan melalui dongeng sebagai media pembelajaran dan hiburan. Kegiatan dilaksanakan di Komunitas Peduli Anak Jalanan di Area Binaan Manggala, dengan menerapkan empat tahapan metode, yaitu: (1) Analisis Kebutuhan, untuk mengidentifikasi tantangan dan kebutuhan pendidikan anak-anak jalanan, (2) Pengembangan Materi Kegiatan, yang meliputi penyusunan cerita dan aktivitas yang sesuai dengan usia serta kondisi mereka, (3) Pelaksanaan Kegiatan, di mana dongeng disampaikan secara interaktif dan menarik, dan (4) Evaluasi Kegiatan, untuk menilai dampak dan efektivitas kegiatan tersebut. Tujuan pengabdian ini adalah agar anak-anak jalanan dapat memahami nilai-nilai moral yang terkandung dalam dongeng dan menumbuhkan minat mereka terhadap literasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program ini berhasil menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan mendidik, meningkatkan motivasi serta minat baca anak-anak.
Nilai Eksperensial dalam Kosakata Ujaran Kebencian di Twitter: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Suriadi, Suriadi; Baharman, Baharman
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motif penggunaan fitur kosakata ujaran kebencian di Twitter. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui tiga tahap: membaca teliti twit-twit yang mengandung ujaran kebencian, mendokumentasikan twit dalam bentuk tangkapan layar, serta mencatat twit dalam tabel klasifikasi data. Kemudian, data dianalisis dengan teori analisis wacana kritis Norman Fairclough berupa analisis teks, interpretasi konteks wacana, dan eksplanasi praktik sosial. Analisis data berfokus pada nilai eksperensial dalam fitur kosakata ujaran kebencian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai eksperensial kosakata ujaran kebencian terepresentasi melalui penggunaan kelebihan penyusunan kata, kata-kata ideologis, dan metafora. Kelebihan penyusunan kata merepresentasikan ujaran penghinaan pada pribadi orang lain, penghinaan pada identitas golongan, dan rasialisme. Kata-kata ideologis merepresentasikan ujaran penghinaan pada pribadi orang lain, penghinaan pada identitas golongan, dan seksisme. Metafora merepresentasikan ujaran penghinaan pada pribadi orang lain, penghinaan identitas golongan, dan rasialisme.
Kecemasan Sosial sebagai Kendala Berbicara Mahasiswa: Perspektif Hermeneutika Schleiermacher Baharman, Baharman; Saleh, Muhammad; Suriadi, Suriadi; Safitri, Nur Anita Syamsi
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam fenomena kecemasan sosial yang dialami mahasiswa dalam konteks komunikasi akademik, khususnya saat berbicara di depan umum. Kecemasan sosial kerap menjadi kendala utama yang mengganggu kelancaran berbicara, menurunkan kepercayaan diri, dan memengaruhi kemampuan berpikir saat presentasi atau diskusi kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis hermeneutika Friedrich Schleiermacher yang menitikberatkan pada dua dimensi interpretasi, yaitu gramatikal (struktur bahasa dan pilihan kosakata) serta psikologis (pemaknaan emosional dan kesadaran diri subjek). Data penelitian berupa sebelas pernyataan reflektif mahasiswa yang dianalisis melalui pembacaan mendalam dan interpretasi kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan sosial muncul dalam tiga fase utama: sebelum berbicara (kecemasan antisipatif dan rasa takut dinilai), saat berbicara (gangguan konsentrasi dan kelupaan), serta setelah berbicara (penyesalan dan refleksi negatif). Bahasa yang digunakan subjek mencerminkan pola emosional yang berulang antara keinginan tampil baik dan rasa takut melakukan kesalahan. Melalui analisis hermeneutik, ditemukan bahwa struktur bahasa menjadi cermin dinamika psikologis subjek dalam memahami dirinya. Penelitian ini menyarankan perlunya strategi pendukung seperti pelatihan berbicara reflektif, penguatan konsep diri, dan pembiasaan berbicara dalam situasi akademik untuk meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan berbicara mahasiswa.Kata kunci: hermeneutika Schleiermacher, kecemasan sosial, keterampilan berbicara, interpretasi gramatikal, interpretasi psikologis.