Irjus Indrawan
Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Islam Indragiri

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Supervisi Akademik Kepala Madrasah Dalam Mengembangkan Kompetensi Paedagogik Guru Suhardi; Nur Komariah; Irjus Indrawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.4677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang Supervisi Akademik Kepala Madrasah Dalam Mengembangkan Kompetensi Paedagogik Guru. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur (library research). Sumber data yang digunakan meliputi jurnal ilmiah, buku teks, serta berbagai literatur lain yang relevan dengan fokus permasalahan penelitian dan sumber pendukung lainnya. Hasil penelitian ini adalah; Supervisi akademik merupakan proses pembinaan profesional yang berlandaskan pemahaman etimologis dan konseptual sebagai kegiatan pengawasan yang humanis, kolaboratif, dan konstruktif, dengan tujuan utama meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pembelajaran. Dalam praktik pendidikan, supervisi akademik tidak berorientasi pada pencarian kesalahan, melainkan pada pendampingan berkelanjutan melalui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut yang sistematis serta berbasis kebutuhan nyata guru. Kepala madrasah memegang peran strategis sebagai pemimpin pendidikan sekaligus supervisor akademik yang dituntut memiliki kompetensi profesional, kepribadian yang humanis, serta keterampilan komunikasi yang efektif untuk menciptakan iklim pembinaan yang kondusif. Kompetensi pedagogik guru menjadi inti dari proses supervisi akademik, karena menentukan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik. Dengan penerapan prinsip supervisi yang demokratis, objektif, komprehensif, dan berkelanjutan, serta dukungan kepemimpinan akademik yang efektif, supervisi akademik berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, profesionalisme guru, dan pencapaian tujuan pendidikan secara menyeluruh.
Peran Kepala Sekolah sebagai Leader dalam Meningkatkan Kinerja Guru Busra; Irjus Indrawan; Nurmadiah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.4709

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang peningkatan kinerja guru dalam perspektif kepemimpinan dengan judul Peran Kepala Sekolah sebagai Leader dalam Meningkatkan Kinerja Guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka (library research). Hasil penelitian ini adalah; Kepemimpinan kepala sekolah berperan sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kinerja guru. Kepala sekolah yang visioner, partisipatif, dan humanis mampu menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, memotivasi guru, serta mengembangkan kompetensi guru secara berkelanjutan. Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah tercermin dari meningkatnya kinerja guru dan tercapainya tujuan pendidikan secara optimal melalui kerja sama seluruh warga sekolah.
Implementasi Nilai-Nilai Integritas Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Mazidaturrahmi; Irjus Indrawan; Asmariani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.4722

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang bagaimana Implementasi Nilai-Nilai Integritas Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research), yaitu teknik pengumpulan data yang diperoleh melalui sumber-sumber tertulis seperti buku, artikel ilmiah, jurnal, dan dokumen relevan yang berkaitan dengan topik penelitian. Pendekatan ini dipilih karena penelitian tidak melibatkan pengumpulan data lapangan, tetapi fokus pada analisis teori serta temuan penelitian terdahulu. Teknik pengumpulan data dalam artikel ini dengan menggunakan dokumentasi, dimana penulis mengumpulkan refenrensi berupa buku dan jurnal yang berkatan dengan tema artikel ini, selanjutnya penulis menganalisis buku-buku dan jurnal tersebut untuk ditarik kesimpulan yang berkatan dengan tema penelitian. Tekni analisis data dalam artikel ini menggunakan reduksi data, yakni penyederhanaan data-data yang telah dikumpulkan, selanjutnya penyajian data, yakni menyajikan data-data yang telah direduksi sebelumnya, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan dari data yang telah didapatkan yang berkaitan dengan tema artikel. Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa dalam konteks kepala sekolah, integritas diri menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan, keteladanan, dan budaya organisasi yang sehat, sekaligus menjadi faktor strategis dalam peningkatan mutu pendidikan. Kepala sekolah yang berintegritas, sehat secara fisik dan mental, cakap secara sosial, serta bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya dan proses pendidikan akan mampu mengoordinasikan input, proses, dan output pendidikan secara harmonis, sehingga tercipta pembelajaran yang berkualitas, lingkungan sekolah yang kondusif, serta kinerja pendidikan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kepuasan peserta didik dan masyarakat.
Penerapan Reward dan Punishment sebagai Teknik Pembinaan Disiplin Peserta Didik Cristina Umi Suradah; Asmariani; Irjus Indrawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.4729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan reward dan punishment sebagai teknik pembinaan disiplin peserta didik dalam konteks pendidikan. Disiplin merupakan faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan kognitif, afektif, serta psikomotor peserta didik. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian kepustakaan, penelitian ini mengkaji berbagai literatur berupa jurnal ilmiah, buku, dan dokumen yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa reward, yang berupa pujian, penghargaan, atau hadiah, berfungsi sebagai penguatan positif yang mampu meningkatkan motivasi belajar dan menumbuhkan perilaku disiplin. Sementara itu, punishment, yang diberikan dalam bentuk sanksi preventif maupun represif, berperan sebagai penguatan negatif yang bertujuan memperbaiki perilaku peserta didik tanpa unsur kekerasan. Berbagai penelitian terdahulu mengonfirmasi bahwa penerapan kedua strategi ini berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kedisiplinan, khususnya dalam kepatuhan terhadap aturan, pengelolaan waktu belajar, serta sikap selama proses pembelajaran. Dengan penerapan yang proporsional, konsisten, serta disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, reward dan punishment terbukti menjadi teknik pembinaan yang efektif dalam membentuk perilaku disiplin dan mendukung tercapainya tujuan pendidikan.
Strategi Pemasaran Lembaga Pendidikan Melalui Pemanfaatan Media Sosial Sukarni; Suryani; Irjus Indrawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.4750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang strategi pemasaran lembaga pendidikan melalui pemanfaatan media social. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka (library research). Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan cara mengidentifikasi, menelusuri, membaca secara kritis, serta mencatat gagasan utama dari literatur yang relevan. Hasil penelitian ini adalah; media sosial sebagai produk perkembangan teknologi digital telah menjadi sarana yang sangat efektif dalam mendukung strategi pemasaran pendidikan. Karakteristik media sosial yang mudah diakses, interaktif, berjangkauan luas, dan berbiaya relatif rendah menjadikannya media yang relevan pada era Revolusi Industri 4.0. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai saluran informasi, tetapi juga sebagai ruang komunikasi dua arah yang mampu membangun kepercayaan, kedekatan, dan loyalitas masyarakat terhadap lembaga pendidikan. Pemanfaatan media sosial dalam pemasaran lembaga pendidikan akan optimal apabila dikelola melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang sistematis. Perencanaan yang matang, pelaksanaan yang melibatkan seluruh unsur lembaga dengan pendekatan bauran pemasaran (5P atau 7P), serta evaluasi yang berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan strategi pemasaran pendidikan. Dengan demikian, media sosial bukan sekadar alat pendukung, melainkan kebutuhan strategis yang harus dikelola secara profesional agar lembaga pendidikan mampu meningkatkan daya saing, memenuhi kebutuhan masyarakat, dan mencapai tujuan pendidikan secara berkelanjutan di era digital.
Manajemen Pendidikan Islam Di Era Society 5,0 Mira Apriyanti; Irjus Indrawan; Maimunah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.4777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut mengenai humas dengan judul penelitian Implementasi Manajemen Humas dalam mengoptimalkan Layanan Lembaga Pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research). Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur dari buku ilmiah, artikel jurnal nasional terakreditasi, publikasi akademik, dan dokumen resmi yang membahas manajemen pendidikan dan penerimaan siswa baru. Hasil penelitian mengemukakan bahwa manajemen humas yang efektif dan layanan pendidikan yang berkualitas akan saling mendukung dalam mewujudkan lembaga pendidikan yang bermutu, dipercaya masyarakat, dan berkelanjutan di masa depan. Melalui penerapan fungsi manajemen yang terencana dan berkelanjutan, humas mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan, membentuk citra positif lembaga, serta menumbuhkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat. Pengelolaan humas yang efektif pada akhirnya mendukung pencapaian tujuan pendidikan secara optimal dan berkelanjutan.
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Raudhatul Athfal (RA) di Yayasan Al Fayunasra Madiming Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir Siti Juwariyah; Nur Komariah; Irjus Indrawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.4778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasikan kurikulum merdeka di Raudhatul Athfal Yayasan Al Fayunasra Madiming, dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat guru dalam merencanakan dan menerapkan kurikulum merdeka di Raudhatul Athfal Al Fayunasra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini terdiri dari dua orang guru Ra Al Fayunasra. Analisis data yang digunakan adalah triangulasi. Hasil penelitian guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka pada pendidikan anak usia dini berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, kreatif, dan menyenangkan bagi anak. Selain itu, anak dapat lebih berkembang dalam aspek kognitif, motorik, sosial-emosional, dan bahasa. namun, diperlukan pelatihan berkelanjutan bagi pendidik agar dapat memaksimalkan potensi modul ajar ini, serta dukungan sarana yang memadai agar implementasi dapat berjalan optimal. Adapun faktor pendukung guru dalam mengimplementasikan kurikulum yaitu: teknologi; sumber daya manusia (SDM). Sedangkan faktor penghambat bagi guru dalam mengimplementasikan kurikulum yaitu: motivasi; sikap peserta didik; sarana dan prasarana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum merdeka pada pendidikan anak usia dini berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, kreatif, dan menyenangkan bagi anak. Selain itu, anak dapat lebih berkembang dalam aspek kognitif, motorik, sosial-emosional, dan bahasa. Namun, diperlukan pelatihan berkelanjutan bagi pendidik agar dapat memaksimalkan potensi serta dukungan sarana yang memadai agar implementasi dapat berjalan optimal.