Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Film Pendek Mama Beti Sebagai Media Transformative Learning dalam Internalisasi Nilai-Nilai Keagamaan pada Pendidikan Islam Marwan Haryanto; Khoeru Mahfudhil Akrom; Muhamad Fahresa Rani; Surawan Surawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5287

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru dalam internalisasi nilai-nilai keagamaan pada peserta didik. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang masih berfokus pada aspek kognitif sering kali belum mampu membentuk karakter religius secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai keagamaan dalam film pendek Mama Beti episode “Persiapan Imlek dan Ramadhan” serta mengkaji potensinya sebagai media transformative learning dalam pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh melalui observasi terhadap film dan dokumentasi literatur pendukung, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes pada tataran denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film tersebut memuat nilai berbagi, toleransi (tasamuh), tidak pamrih, dan tanggung jawab yang disajikan secara kontekstual melalui dialog dan alur cerita yang dekat dengan realitas sosial masyarakat majemuk. Penggunaan film sebagai media transformative learning mampu mendorong refleksi kritis peserta didik sehingga terjadi perubahan cara pandang dan penguatan karakter religius. Dengan demikian, film pendek dapat menjadi alternatif media pembelajaran PAI yang efektif, kontekstual, dan relevan di era digital.
Fatalisme dan Kepercayaan Klenik Dalam Dakwah Digital: Analisis Psikologi Agama Terhadap Konten Gufron di Tiktok Marwan Haryanto; Khoeru Mahfudhil Akrom; Esa Nur Cahyani; Nurul Halifah; Surawan Surawan
Ad-DA'WAH Vol 24 No 1 (2026): Dakwah, Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : INSTITUT PEMBINA ROHANI ISLAM JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59109/addawah.v24i1.217

Abstract

The development of social media has transformed religious preaching from conventional spaces into broader and more interactive digital environments. One emerging phenomenon is the dissemination of religious messages through TikTok, including preaching content delivered by Gufron. This study aims to analyze the representation of fatalism and mystical beliefs (klenik) in such digital preaching content from the perspective of the psychology of religion. Using a qualitative content analysis approach, this study examined ten TikTok videos uploaded by Gufron during 2023–2024, selected purposively based on their thematic relevance to fatalistic and mystical narratives. Data were analyzed through three stages: coding, categorization, and interpretation based on Krippendorff’s content analysis model. The findings reveal two main forms of fatalistic and mystical narrative: (1) excessive emphasis on divine predestination (qadar) without adequately addressing the role of human effort (ikhtiar), and (2) claims of direct communication with angels—particularly Malaikat Israfil—which border on mystical belief. From the psychology of religion perspective, these narratives are readily accepted by audiences because they provide psychological certainty and emotional comfort amid life’s uncertainties. This study contributes to the discourse on digital da’wah and religious cognition, and highlights the need for enhanced theological and digital literacy among Muslim audiences.