This Author published in this journals
All Journal Agrita
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMETAAN POSISI KEUNGGULAN ATRIBUT BENIH SEMANGKA HIBRIDA VARIETAS KOMANG 56 DI WILAYAH PEMASARAN PANTAI SELATAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Dahlawi Muda Siregar; Ananti Yekti; Agus Wartapa
JURNAL AGRITA Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan sentra budidaya semangka produktif di ekosistem lahan marginal berpasir. Tingginya jumlah varietas benih yang tersebar menuntut perusahaan penyedia sarana pertanian untuk merancang strategi pemosisian daya saing yang presisi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan posisi bersaing benih semangka hibrida Komang 56 terhadap kompetitor utama (Varietas Pembanding X, Y, dan Z) berdasarkan persepsi petani atas 14 atribut kinerja produk. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling terhadap 100 responden petani pesisir utama. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen kuesioner dengan skala Likert. Data dianalisis secara komprehensif menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) untuk membentuk peta persepsi spasial berdasarkan jarak Euclidean. Hasil analisis menunjukkan bahwa model peta spasial yang terbentuk memiliki tingkat presisi yang sangat sempurna (Normalized Raw Stress = 0,000; Dispersion Accounted For = 0,999). Peta persepsi mengindikasikan adanya polarisasi pasar yang sangat jelas. Varietas Komang 56 menempati Kuadran II dan bersaing langsung dengan Varietas Pembanding Z. Kedua varietas ini secara agregat dipersepsikan memiliki asosiasi yang sangat kuat dengan atribut ketahanan agronomi, di antaranya Toleransi OPT, Ketahanan Cuaca Ekstrem, dan Karakteristik Bentuk Buah. Sementara itu, Varietas Pembanding X mendominasi Kuadran I yang terasosiasi kuat dengan aspek ketersediaan pasar hilir (distribusi logistik). Implikasi manajerial dari penelitian ini menyarankan agar manajemen fokus pada penciptaan diferensiator mikro guna mengungguli Varietas Pembanding Z di lapangan, sambil melakukan intervensi masif untuk memperkuat penetrasi rantai pasok lokal demi merebut dominasi pasar dari Varietas Pembanding X.