Putri Melinda Rahmawati
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Hadis 'Arrāf dan Fenomena Ramalan Zodiak di TikTok: Studi Ma'anil Hadis Perspektif Hermeneutika Yusuf Al-Qardhawi Putri Melinda Rahmawati; Nur Efendi; Kojin
Lathaif: Literasi Tafsir, Hadis dan Filologi Vol. 5 No. 1 (2026): Lathaif: Literasi Tafsir, Hadis dan Filologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/lathaif.v5i1.16930

Abstract

The rapid transformation of digital media has reshaped religious behavior, particularly through the normalization of zodiac prediction content on TikTok, which is often dismissed as mere content despite serious theological implications. This study responds to the phenomenon of digital fortune telling by reinterpreting the prophetic tradition regarding ‘arraf (fortune tellers) within a modern hermeneutical framework. This study aims to examine the Science of Ma’anil Hadith (Hadith Hermeneutics) from the perspective of Yusuf Al-Qardhawi and to analyze the contemporary relevance of the hadith in Ṣahih Muslim No. 2230 from that perspective. Using a qualitative research method, a type of library research, strengthened by digital observation of the hashtag #zodiacpredictions with a minimum of 80,000 views. The results show that the classic concept of “visiting” (atā) a fortune teller in this hadith has mutated into digital engagement, such as watching, liking, and validating content through comments like “relate or yes, this is absolutely true!” Through the four methodologies of Ma'anil Hadith Al-Qardhawi, which include harmonization with the Qur'an, collection of hadith on the same theme, understanding the historical context (asbabul wurud), and synchronization between narrations, this study concludes that interacting with zodiac content triggers spiritual consequences in the form of non-acceptance of prayers for forty nights, while believing in the predictions can lead to disbelief.
Asesmen Formatif Berbasis Teknologi dalam Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Deep Learning Putri Melinda Rahmawati; Siti Khoiriyah; Atik Rahmawati; Sutopo Sutopo; Musrikah Musrikah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v8i1.8834

Abstract

Perkembangan teknologi menjadikan asesmen formatif lebih adaptif dan interaktif, namun penerapannya masih berfokus pada teknis dan belum sepenuhnya mendukung pembelajaran mendalam (deep learning), berorientasi pada proses belajar. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan menganalisis asesmen formatif berbasis teknologi dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan deep learning. Penelitian ini menawarkan kerangka konseptual integrasi asesmen formatif berbasis teknologi dengan prinsip meaningful, mindful, dan joyful yang belum banyak dibahas pada penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan melalui penelaahan naskah akademik Kemendikdasmen RI, buku pembelajaran mendalam, serta artikel jurnal ilmiah relevan tahun 2023 - 2025 dengan teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen formatif berbasis teknologi pada prinsip meaningful terwujud melalui penyajian soal kontekstual, visualisasi konsep, dan permasalahan autentik. Prinsip mindful didukung oleh umpan balik instan dan pemanfaatan learning analytics yang mendorong refleksi metakognitif. Sedangkan prinsip joyful diwujudkan melalui integrasi gamifikasi dan kuis interaktif yang menciptakan suasana asesmen yang menyenangkan serta meningkatkan motivasi dan keterlibatan aktif siswa. Sehingga, asesmen formatif berbasis teknologi berbasis deep learning berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran matematika secara bermakna, reflektif, dan menyenangkan
Identifikasi Miskonsepsi Matematika pada Konten Viral Math Challenge di Aplikasi TikTok Putri Melinda Rahmawati
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i1.4812

Abstract

Maraknya konten math challenge di TikTok menyajikan persoalan matematika sederhana yang memicu respons cepat namun rentan terhadap kekeliruan konsep secara kolektif di kalangan penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis-jenis miskonsepsi matematika yang muncul pada konten viral math challenge di TikTok pada materi operasi hitung pecahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa video TikTok yang memuat materi operasi pecahan dengan jumlah penayangan minimal 10.000 kali, like 1.000, dan komentar 100. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi digital dan dokumentasi dengan penelusuran menggunakan tagar #MathChallenge dan #TanyaJawabMatematika, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi yang dominan meliputi miskonsepsi aditif dan subtraktif pada penjumlahan dan pengurangan pecahan, di mana pembilang dan penyebut dioperasikan secara terpisah sebagai bilangan bulat. Miskonsepsi prosedural pada perkalian pecahan, yang ditandai dengan penerapan aturan secara parsial pada bagian penyebut saja, serta miskonsepsi konseptual dan linguistik pada pembagian pecahan, yang bersumber dari kesalahan menerjemahkan bahasa verbal ke dalam simbol matematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi publik di media sosial dapat memperkuat normalisasi kesalahan konsep, sehingga diperlukan penjelasan berbasis teorema dan peningkatan literasi konseptual dalam produksi konten edukasi digital untuk memitigasi distorsi matematika.