Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonsiliasi Dimensi Ekologis dan VitalitasSosio-Ekonomi dalam Pengelolaan Hutan Rakyat Fikri Danang Himawan; Ikhsan Adi Pratama; Calistya Tresnaning Tyas
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 8 No. 2 (2026): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0802.1627-1632

Abstract

Policy brief ini membahas peran Hutan Rakyat (HR) dalam mendukung rehabilitasi lahan, peningkatan tutupan vegetasi, cadangan karbon, serta kesejahteraan petani kecil di Indonesia. Hutan Rakyat sebagai sistem pengelolaan lahan berbasis petani telah terbukti memberikan kontribusi ekologis penting, terutama di wilayah Jawa seperti Gunungkidul dan Ciamis, melalui perbaikan lahan kritis, mitigasi perubahan iklim, konservasi tanah, dan penguatan praktik agroforestri. Namun, capaian ekologis tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan peningkatan kesejahteraan petani karena masih dihadapkan pada fragmentasi lahan, keterbatasan modal, praktik silvikultur tradisional, lemahnya posisi tawar, serta terbatasnya akses terhadap pasar dan informasi harga. Di sisi lain, pohon dalam Hutan Rakyat memiliki potensi ekonomi sebagai “tabungan hidup” yang dapat dikembangkan menjadi sumber nilai tambah apabila didukung oleh tata kelola yang lebih baik. Policy brief ini menekankan pentingnya strategi penguatan Hutan Rakyat secara terintegrasi melalui peningkatan kapasitas teknis petani, penguatan kelembagaan kolektif, perluasan akses pembiayaan, penyediaan sistem informasi pasar, serta pengembangan kemitraan industri sebagai upaya untuk merekonsiliasi capaian ekologis dengan vitalitas sosial-ekonomi petani secara berkelanjutan.
Potensi Tanah Sultan dalam Pembangunan Pertanian di Pesisir Yogyakarta guna Menekan Dampak Industrialisasi Ikhsan Adi Pratama; Fikri Danang Himawan; Dara Intan Salassa; Nuru Hidayah; Calistya Tresnaning Tyas
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 8 No. 2 (2026): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0802.1621-1626

Abstract

Policy brief ini membahas tantangan pembangunan agromaritim di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akibat arus industrialisasi dan konversi lahan pertanian yang berdampak terhadap kedaulatan pangan serta kesejahteraan petani lokal. Konversi lahan yang terjadi secara masif, disertai dengan tingginya angka kemiskinan dan ketimpangan ekonomi, telah menimbulkan tekanan terhadap keberlanjutan sektor pertanian dan kehidupan masyarakat perdesaan. Di sisi lain, DIY memiliki potensi strategis melalui pemanfaatan lahan pesisir dan Tanah Kasultanan (Sultan Ground) yang dapat dikembangkan untuk mendukung hortikultura lahan pasir, pariwisata bahari, serta penciptaan lapangan kerja baru berbasis sumber daya lokal. Policy brief ini menekankan pentingnya strategi pembangunan agromaritim yang integratif, inklusif, dan berkelanjutan melalui transformasi penyuluhan pertanian spesifik lahan pasir, penguatan kepastian hukum administrasi pertanahan, perlindungan zona hijau dari ekspansi industri, serta penerapan filosofi “Among Tani Dagang Layar” sebagai arah kebijakan untuk menjaga keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan di DIY.