Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Sistem Informasi Manajemen Sekolah: Peran Literasi Digital Guru dalam Efisiensi Administrasi Lailatul Aminah; Isma Sholikhatul Alfain; St. Maizah; Sugeng Listyo Prabowo
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peranan literasi digital guru sebagai penggerak dalam optimalisasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) Sekolah. Digitalisasi telah mendorong lembaga pendidikan untuk mengintegrasikan SIM sebagai solusi untuk pengelolaan administrasi yang lebih efisien. Namun, keberhasilan penggunaan SIM tidak hanya bergantung pada tersedianya infrastruktur teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia, terutama pemahaman digital para guru yang menjadi pengguna utama sistem tersebut. Metodologi yang diterapkan ialah studi literatur (systematic literature review), dengan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Adapun data dalam penelitian ini bersumber dari artikel-artikel jurnal ilmiah baik nasional maupun internasional yang tergolong dalam basis data Scopus, Google Scholar, dan SINTA, yang memiliki kriteria diterbitkan dalam kurun waktu antara tahun 2016 hingga 2026. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa guru yang memiliki literasi digital tinggi cenderung menggunakan fitur SIM dengan lebih efektif, memiliki tingkat kesalahan dalam memasukkan data yang lebih rendah, dan mampu menyesuaikan diri dengan lebih cepat pada pembaruan sistem. Di sisi lain, rendahnya literasi digital menjadi faktor penghambat yang signifikan dalam penggunaan SIM secara maksimal, di samping masalah lain seperti keterbatasan infrastruktur, kurangnya prosedur operasional standar yang jelas, serta minimnya dukungan kebijakan dari pihak manajemen sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan digitalisasi SIM memerlukan pendekatan menyeluruh yang mencakup peningkatan keterampilan digital guru secara berkelanjutan, dukungan kepemimpinan yang visioner, dan pembangunan ekosistem digital yang kondusif di lingkungan sekolah.
ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION LEARNING MODEL BASED ON DIGITAL LITERACY IN THE ERA OF SOCIETY 5.0 Isma Sholikhatul Alfain; Raudlatul Hasanah
International Conference on Humanity Education and Society (ICHES) Vol. 5 No. 1 (2026): The 5th International Conference on Humanity Education and Society (ICHES)
Publisher : FORPIM PTKIS ZONA TAPAL KUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The advancement of technology in the Society 5.0 era demands transformation in the field of education, including Islamic Religious Education (IRE). This era emphasizes the integration of digital technology with human-centered values to create a balanced life between technological progress and humanity. This study aims to explore and formulate a learning model of IRE based on digital literacy that is relevant to the challenges and demands of 21st-century education. The method used is library research with a descriptive qualitative approach. The results show that a digital literacy-based IRE learning model not only enhances students’ understanding of religious values but also improves their critical thinking, collaboration, and creativity through the use of e- learning, educational social media, and interactive applications related to the Qur’an and Hadith. By integrating digital literacy, IRE teachers are required to act as facilitators and innovators in creating meaningful, contextual, and relevant learning environments. This model is expected to address the challenges of globalization while maintaining the core essence of Islamic education in shaping noble character.