Putu Sukma Kurniawan
Fakultas Ekonomi, Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Ukuran Perusahaan, Leverage, dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Manajemen Laba Pada Perusahaan Subsektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Ni Made Dwi Damayanti; Putu Sukma Kurniawan; I Gd Nandra Hary Wiguna
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, leverage, dan kepemilikan manajerial terhadap manajemen laba pada perusahaan sektor manufaktur subsector makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022-2024. Variabel manajemen laba sebagai variabel dependen diukur menggunakan pendekatan Discretionary Accruals (DA), sedangkan variabel independen yang meliputi, ukuran perusahaan diukur dengan logaritma natural dari total aset, leverage diukur menggunakan debt to asset ratio, dan kepemilikan manajerial diukur dengan persentase saham yang dimiliki oleh pihak manajemen terhadap total saham yang beredar. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untuk menentukan jumlah sampel, dari metode tersebut diperoleh jumlah sampel sebanyak 108 observasi penelitian. Metode analisis data data yang digunakan meliputi uji statistic deskriptif, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. temuan ini mengindikasikan bahwa besar kecilnya ukuran suatu perusahaan tidak selalu menentukan kecenderungan pihak manajemen dalam melakukan praktik manajemen laba. Variabel leverage juga menunjukkan hasil tidak berpengaruh terhadap manajemen laba, yang menunjukkan bahwa tingkat leverage suatu perusahaan tidak menjadi faktor penentu perusahaan untuk melakukan praktik manajemen laba. Selanjutnya, kepemilikan manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba, yang menunjukkan bahwa tingkat kepemilikan saham oleh manajemen di suatu perusahaan tidak menjadi faktor penentu pihak manajemen perusahaan melakukan praktik manajemen laba.
Pengaruh Pengendalian Internal, Tekanan Finansial, dan Asimetri Informasi Terhadap Kecenderungan Kecurangan BUM Desa di Kabupaten Buleleng Komang Dewi Muliartini; Putu Sukma Kurniawan; Putu Yunartha Pradyana Putra
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6911

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kecurangan dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) di Kabupaten Buleleng yang menunjukkan adanya kelemahan dalam tata kelola dan pengawasan keuangan. Kecenderungan terjadinya kecurangan pada BUM Desa diduga dipengaruhi oleh pengendalian internal, tekanan finansial, dan asimetri informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengendalian internal, tekanan finansial, dan asimetri informasi terhadap kecenderungan kecurangan pada BUM Desa di Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian kausal. Populasi penelitian adalah 126 BUM Desa di Kabupaten Buleleng, sedangkan sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling sebanyak 56 BUM Desa yang berada di Kecamatan Banjar, Gerokgak, Seririt, dan Busungbiu. Responden penelitian terdiri dari ketua, bendahara, dan sekretaris BUM Desa. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian internal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kecenderungan kecurangan, yang berarti semakin baik pengendalian internal maka potensi kecurangan akan menurun. Tekanan finansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecenderungan kecurangan, sehingga semakin tinggi tekanan finansial maka semakin besar peluang terjadinya kecurangan. Asimetri informasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecenderungan kecurangan karena ketimpangan informasi dapat membuka peluang penyalahgunaan wewenang. Temuan ini mendukung Fraud Triangle Theory yang menjelaskan bahwa tekanan, peluang, dan rasionalisasi menjadi faktor penting yang memengaruhi tindakan kecurangan. Penelitian ini memberikan implikasi pentingnya penguatan pengawasan, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan BUM Desa untuk meminimalkan risiko fraud.
Pengaruh Akuntansi Hijau, Skor Tata Kelola, dan Kinerja Sosial terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan IDX ESG Leaders I Putu Gede Okta Widana; Putu Sukma Kurniawan; Putu Eka Dianita Marvilianti Dewi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.7089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akuntansi hijau, skor tata kelola, dan kinerja sosial terhadap kinerja keuangan perusahaan yang terdaftar dalam indeks IDX ESG Leaders tahun 2022–2024. Grand theory yang digunakan adalah Stakeholder Theory dengan teori pendukung Legitimacy Theory dan Signalling Theory. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda. Data sekunder diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan yang secara konsisten terdaftar dalam indeks IDX ESG Leaders. Teknik purposive sampling menghasilkan 24 perusahaan dengan total 72 data observasi. Pengolahan data menggunakan SPSS versi 27.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) akuntansi hijau berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan; (2) skor tata kelola tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan; dan (3) kinerja sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Nilai Adjusted R² sebesar 0,270 menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara bersama-sama mampu menjelaskan 27,0% variasi kinerja keuangan, sedangkan 73,0% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model.