Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas rehabilitasi sosial dasar bagi penyandang disabilitas fisik yang terabaikan di Unit Pelaksana Teknik (UPT) Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Fisik di bawah Dinas Sosial Provinsi Riau. Penelitian ini berfokus pada pemahaman proses implementasi rehabilitasi sosial, bentuk layanan yang diberikan, faktor pendukung dan penghambat, serta pengalaman penerima manfaat dalam berpartisipasi dalam program rehabilitasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Partisipan terdiri dari penyandang disabilitas fisik yang menerima layanan rehabilitasi, pekerja sosial, instruktur, psikolog, dan staf terkait di UPT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program rehabilitasi sosial telah diimplementasikan melalui bimbingan fisik, bimbingan mental dan spiritual, bantuan psikososial, dan pelatihan keterampilan kejuruan. Program ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kepercayaan diri, interaksi sosial, dan motivasi penerima manfaat menuju kemandirian hidup. Namun, efektivitas proses rehabilitasi masih dibatasi oleh keterbatasan sumber daya manusia profesional, fasilitas dan infrastruktur yang tidak memadai, dan stigma sosial yang masih ada terhadap penyandang disabilitas. Studi ini juga menemukan bahwa rehabilitasi sosial bukan hanya bentuk bantuan sosial tetapi juga proses pemberdayaan yang menekankan pemulihan psikososial dan reintegrasi sosial. Studi ini berkontribusi untuk memperkuat pemahaman tentang rehabilitasi sosial berbasis pemberdayaan bagi penyandang disabilitas. Secara praktis, temuan ini dapat berfungsi sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan layanan rehabilitasi dan kebijakan sosial inklusif disabilitas. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk meneliti keberlanjutan pasca-rehabilitasi dan praktik rehabilitasi komparatif di wilayah lain.