Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI POTENSI INTEGRASI ANTAR PUSAT KEGIATAN (NODES) DI KAWASAN PERKOTAAN BANDAR LAMPUNG Ayu Komalasari Dewi; Tiya Suryadi Putri; Suci Lestari; Moh. Faisal Faris
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i2.4350

Abstract

Abstract: The lack of Public Open Spaces (POS) in Bandar Lampung is still a fundamental challenge in achieving sustainable urban development. The city also shows a polycentric pattern, where various activity centers grow in different districts, but this is not yet supported by proper planning or spatial integration. At the same time, understanding how communities actually use urban spaces is important to see how these areas function in everyday life. This study aims to develop a concept for urban nodes in Bandar Lampung that is adaptive, integrated, and responsive by considering community behavior. The methods used include mapping observations (to identify activity center points) and questionnaires (to understand user behavior in POS). The results show that among the four districts studied, Enggal District has the strongest potential to serve as a primary node that can integrate other surrounding nodes. Keyword: Public Open Space, Urban Nodes, Community Behavior, Integrated Development Abstrak: Keterbatasan Ruang Terbuka Publik (RTP) di Kota Bandar Lampung masih menjadi isu mendasar dalam pengembangan perkotaan yang berkelanjutan. Selain itu, struktur ruang Kota Bandar Lampung menunjukkan kecenderungan perkembangan pusat kegiatan yang bersifat polisentrik, dengan sebaran aktivitas di berbagai kecamatan, namun belum diimbangi oleh sistem perencanaan dan integrasi spasial yang memadai. Di sisi lain, aktivitas komunitas di ruang kota penting untuk diketahui dan dipahami untuk mendapatkan perspektif bagaimana ruang digunakan oleh masyarakat secara nyata. Tujuan penelitian ini yaitu untuk dapat merumuskan konsep pengembangan pusat kegiatan atau nodes di Bandar Lampung yang adaptif, terintegrasi, dan responsif dengan mempertimbangkan perilaku komunitas disekitarnya. Metode yang digunakan yaitu observasi pemetaan (titik-titik pusat kegiatan) dan kueisioner (perilaku pengguna RTP). Adapun hasil nya memperlihatkan bahwa dari empat kecamatan yang ada di Bandar lampung, Kecamatan Enggal mempunyai potensi untuk menjadi node primer yang dapat mengintegrasikan node node lain disekitarnya. Kata Kunci: Ruang Terbuka Publik, Nodes Perkotaan, Perilaku Komunitas, Terintegrasi
Perencanaan Gazebo sebagai Pengembangan Ruang Sosial di Kawasan Masjid Ali Wal Asri Kota Bengkulu: Bahasa Indonesia Tiya Suryadi Putri; Moh. Faisal Faris; Suci Lestari; Ayu Komalasari Dewi
Nemui Nyimah Vol. 6 No. 1 (2026): Nemui Nyimah Vol. 6 No. 1 2026
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v6i1.234

Abstract

Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat aktivitas sosial masyarakat. Peningkatan aktivitas jamaah pasca renovasi ruang dalam di Masjid Ali Wal Asri menimbulkan kebutuhan terhadap fasilitas penunjang pada area luar masjid. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan bantuan teknis perencanaan gazebo sebagai ruang semi-terbuka yang dapat mendukung aktivitas sosial, interaksi jamaah, dan kegiatan non-ritual lainnya. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan observasi lapangan, wawancara, identifikasi kebutuhan pengguna, analisis tapak, serta penyusunan konsep desain. Hasil kegiatan menghasilkan rancangan gazebo yang menyesuaikan karakter arsitektur masjid melalui penggunaan bentuk atap limasan, material bernuansa natural, serta konsep ruang terbuka yang mendukung kenyamanan termal dan interaksi sosial. Selain itu, desain juga dilengkapi elemen kolam dan lanskap sebagai bagian dari pendekatan arsitektur tropis untuk meningkatkan kualitas visual dan kenyamanan ruang. Keberadaan gazebo diharapkan mampu mengoptimalkan fungsi ruang luar masjid sebagai ruang sosial, edukatif, dan interaktif bagi masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa bantuan teknis perencanaan dapat menjadi solusi dalam pengembangan fasilitas penunjang masjid yang lebih kontekstual, fungsional, dan berkelanjutan. Kata Kunci : Gazebo, Masjid, Ruang Sosial, Pengabdian Masyarakat