Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REVIEW: KARAKTERISTISASI TERASI: KIMIA, MIKROBIOLOGI DAN POTENSI PROBIOTIK DALAM FERMENTASI TERASI TRADISIONAL Yosi Syafitri; Ilham Marvie; Media Maula Aliska; Khalil Bagas Rajendra; Aisya Nuraprilia; Recia Dea Putri
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 3 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/6gmk9x98

Abstract

Terasi merupakan produk fermentasi tradisional Indonesia yang dibuat dari udang rebon (Acetes spp.) dan banyak digunakan sebagai penyedap alami dalam berbagai masakan. Artikel tinjauan ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik kimia, mikrobiologi, serta potensi probiotik terasi berdasarkan hasil penelitian terkini. Kajian dilakukan melalui studi literatur dari berbagai basis data ilmiah, termasuk ScienceDirect, SpringerLink, Wiley Online Library, dan Google Scholar. Produksi terasi umumnya dilakukan melalui fermentasi spontan dengan penambahan garam sebagai pengawet alami dan faktor selektif bagi mikroorganisme halotoleran. Berdasarkan berbagai laporan, kadar air terasi berkisar antara 24,00–43,68%, kadar abu 1,4923,79%, dan kadar protein 10,80–34,00%. Komunitas mikroba selama fermentasi didominasi oleh bakteri asam laktat (BAL) yang mampu beradaptasi pada lingkungan dengan kadar garam tinggi. BAL tergolong mikroorganisme Generally Recognized as Safe (GRAS) dan berkontribusi terhadap keamanan, kualitas sensoris, serta pembentukan senyawa bioaktif. Beberapa isolat BAL yang diperoleh dari terasi menunjukkan karakteristik probiotik yang menjanjikan, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai kultur starter indigenous untuk berbagai produk fermentasi pangan. Temuan ini menunjukkan bahwa terasi tidak hanya berfungsi sebagai penyedap, tetapi juga berpotensi sebagai sumber mikroorganisme fungsional bernilai tambah.
IDENTIFIKASI KAPANG DAN KUALITAS MUTU TERASI UDANG REBON KHAS LABUHAN MARINGGAI, LAMPUNG TIMUR Yosi Syafitri; Ilham Marvie; Recia Dea Putri
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 4 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/bd3tvg30

Abstract

Terasi merupakan produk fermentasi hasil perikanan yang umumnya dibuat dari ikan atau udang berukuran kecil dengan penambahan garam dan memiliki karakteristik aroma serta rasa yang khas. Terasi udang rebon khas Labuhan Maringgai, Lampung Timur, berpotensi mengalami kontaminasi kapang selama proses produksi dan penyimpanan yang dapat memengaruhi mutu produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kapang serta mengevaluasi kualitas mutu terasi udang rebon berdasarkan karakteristik mikrobiologi dan kimia. Parameter yang dianalisis meliputi angka kapang khamir, identifikasi genus kapang, kadar air, kadar abu, dan kadar abu tidak larut dalam asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kapang khamir berkisar antara 1,59–3,53 log CFU/mL, dengan kapang yang teridentifikasi meliputi Aspergillus sp., Penicillium sp., Rhizopus sp., dan Cladophialophora sp. Kadar air terasi berada di atas batas yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI), sedangkan kadar abu tidak larut dalam asam masih berada di bawah batas yang dipersyaratkan dalam SNI 2716:2016 untuk terasi udang. Hasil tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan kapang pada terasi serta ketidaksesuaian kadar air terhadap persyaratan mutu SNI, sehingga pengendalian kondisi produksi dan penyimpanan diperlukan untuk mempertahankan kualitas produk.