Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Evaluation Of Gmp And Recommendation Of Haccp At Sme Robusta Coffee In Tanggamus, Lampung Zada Agna Talitha; Khairunisa Nurdiani; Hesti Ayuningtyas Pangastuti; Ilham Marvie; Dina Fithriyani; Syahrizal Nasution
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v8i1.1332

Abstract

Coffee was a type of beverage that widely consumed and favored by Indonesians. The level of coffee consumption in Indonesia increases every year. Lampung is one of the largest coffee producing provinces in Indonesia with Tanggamus being the 2nd highest coffee-producing district in Lampung. This has led to the growth of Small and Medium Enterprise (SME) of coffee at Tanggamus area, one of which was the processing of Robusta ground coffee. These SME produced robusta coffee to be marketed throughout Indonesia and often export to customers abroad. Therefore, SME owners must maintain the quality and quality of coffee by implementing GMP (Good Manufacturing Practices). This causes the need for evaluation of GMP at SME Tanggamus ground coffee to ensure product quality and quality as well as Yeast and Mold Plate also Total Plate Count testing to determine the level of product safety. In addition, there we also gived some recommendations for the application of the HACCP system to SME. Based on the results of observations on the application of GMP at SME Robusta Tanggamus Ground Coffee, there are 12 elements that are checked according to the requirements and there are 2 elements that should have an effort to improve. The results of YMP and TPC tests on Tanggamus robusta ground coffee products showed that the product did not contain mold, yeast, and microbes. Based on the recommendations for the application of the HACCP system, regular observations of the water used for washing coffee beans are required.
Produksi Selobiosa dari Hidrolisis Kulit Umbi Singkong dan Uji Aktivitas Prebiotiknya pada Lactobacillus plantarum Ilham Marvie; Aziz Boing Sitanggang; Slamet Budijanto
agriTECH Vol 42, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.811 KB) | DOI: 10.22146/agritech.58013

Abstract

Kulit umbi singkong merupakan salah satu limbah dari industri pengolahan singkong. Eksplorasi dari pemanfaatan selulosa kulit umbi singkong dilakukan untuk mendapatkan peningkatan nilai tambah dan menjawab kebutuhan industri, salah satunya adalah selobiosa sebagai alternatif sumber prebiotik. Selobiosa didapatkan melalui hidrolisis selulosa dengan enzim selulase. Penelitian ini bertujuan memproduksi selobiosa dengan menggunakan kombinasi konsentrasi enzim selulase dan waktu hidrolisis yang tepat, serta menguji aktivitas prebiotik selobiosa yang dihasilkan menggunakan Lactobacillus plantarum. Penelitian ini menggunakan kulit umbi singkong varietas Gajah (GJ-0) dari Sukabumi, Jawa Barat. Metode yang dilakukan pada penelitian ini meliputi karakterisasi bahan baku, ekstraksi selulosa dari kulit singkong, hidrolisis selulosa menjadi selobiosa, pengukuran total gula dan gula pereduksi produk hidrolisis, kinetika reaksi hidrolisis, uji kemampuan tumbuh probiotik dan penentuan skor aktivitas prebiotik. Proses hidrolisis menggunakan enzim selulase berkonsentrasi 1,15 U/mL dan 2,88 U/mL, pH 4,8, suhu 37 °C, kecepatan agitasi 150 rpm, dan diamati selama 24 jam waktu hidrolisis. Hasil menunjukkan bahwa selama 12 jam waktu hidrolisis dapat menghasilkan selobiosa dengan derajat polimerisasi 2,05 pada selulase berkonsentrasi 1,15 U/mL dan 1,94 pada selulase berkonsentrasi 2,88 U/mL. Hidrolisis selama 12 jam dengan konsentrasi enzim 1,15 U/mL meningkatkan kandungan total gula sebesar 516,30±16,57 mg/L dan gula pereduksi sebesar 250,03±9,43 mg/L. Peningkatan penggunaan konsentrasi selulase menjadi 2,88 U/ mL menghasikan kandungan total gula menjadi 592,41±17,81 mg/L dan kandungan gula pereduksi menjadi 304,67±10,70 mg/L. Reaksi hidrolisis selulase mengikuti kinetika reaksi ordo 0 dengan nilai k yang tidak jauh berbeda diantara kedua konsentrasi enzim yang digunakan. Penggunaan konsentrasi enzim sebesar 1,15 U/mL selama 12 jam waktu hidrolisis adalah kombinasi terbaik. Potensi prebiotik dari selobiosa terlihat dengan adanya pertumbuhan Lactobacillus plantarum pada MRS dimana glukosa disubstitusi dengan selobiosa. Produk hidrolisis dengan selulase berkonsentrasi 2,88 U/ml memiliki skor aktivitas prebiotik 0,74 dan lebih tinggi dibandingkan produk hidrolisis dengan konsentrasi selulase 1,15 U/mL, yakni dengan skor 0,60.
Penyusunan Informasi Nilai Gizi pada Kemasan Keripik Buah di UMKM Darsa berdasarkan Peraturan BPOM Syahrizal Nasution; Isnaini Rahmadi; Dea Tio Mareta; Lasuardi Permana; Ilham Marvie; Samsu Udayana Nurdin
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 39, No 2 (2022)
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v39i2.7122

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan informasi nilai gizi (ING) keripik pisang dan nangka sehingga dapat dicantumkan dalam kemasan produk UMKM Darsa dan memenuhi kewajiban pada peraturan BPOM. Metode dilakukan berdasarkan peraturan BPOM no. 16 tahun 2020. ING dinyatakan per takaran saji dan dicantumkan dalam tabel. Jenis & jumlah gizi, persentase angka kecukupan gizi (AKG), serta catatan AKG dituliskan dalam tabel ING. Persentase AKG dihitung dari acuan label gizi (ALG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ING keripik pisang (takaran saji 25 g, 4 sajian per kemasan) memiliki energi total 140 kkal, protein 1 g (1% AKG), karbohidrat total 16 g (5% AKG), lemak jenuh 6 g (29% AKG), lemak total 8 g (12% AKG), gula 0 g, dan garam 150 mg (10% AKG). Adapun ING keripik nangka (takaran saji 25 g, 4 sajian per kemasan) memiliki energi total 110 Kkal, protein 1 g (2% AKG), karbohidrat total 18 g (6% AKG), lemak jenuh 3 g (16% AKG), lemak total 4 g (6% AKG), gula 13 g, dan garam 30 mg (2% AKG). ING keripik pada penelitian ini berguna untuk masyarakat dalam memilih pangan olahan sesuai dengan gizi yang dibutuhkan.
Evaluasi cara produksi pangan yang baik (CPPB) dan rekomendasi hazard analytical critical control point (HACCP) pada UKM teh sereh di Metro, Lampung Ilham Marvie; Alexandra Trisna Putri
AGROINTEK Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v17i1.12989

Abstract

Lemongrass (Cymbopogon citratus) is a plant often processed into brewing drinks such as tea. Small and Medium Enterprises (SMEs) Asha in Metro Lampung produces lemongrass tea with a production process consisting of size reduction, washing, drying, powdering, and packaging. To improve food safety in the production process is necessary to evaluate Good Manufacturing Practices/Good Food Production Methods (CPPB) and prepare recommendations for Hazard Analytical Critical Control Point (HACCP). The purpose of this study was to evaluate the application of the principles of CPPB and provide recommendations for the HACCP Plan to Asha SMEs. This research carries out by conducting field observations and interviews with several Asha SMEs stakeholders. The results showed that the CPPB evaluation had two serious discrepancy criteria and two critical discrepancy criteria. Therefore, Asha SMEs is included in the food home industry (IRTP) level 4 so that internal audit recommendations can carry out daily. The HACCP analysis results show three critical control points (CCP), namely soaking, drying and packaging. Critical and control limits are recommended by SNI 3836:2013 concerning packaged dry tea. The HACCP recommendation for Asha SMEs are to control the possibility of physical and coliform contamination during the repeated washing process with running water. Drying at 70oC for 12 hours helps reduce water activity in lemongrass tea in preventing mold growth. Furthermore, packaging with attention to the hygiene of workers and tools can prevent contamination of the final product of lemongrass tea
Decision Making for The Most Outstanding Students Award using TOPSIS: a Case Study at Institut Teknologi Sumatera Borneo Satria Pratama; Nike Dwi Grevika Drantantiyas; Ilham Marvie; Noveliska Br Sembiring; Muhammad Abi Berkah Nadi
Journal of Innovation Information Technology and Application (JINITA) Vol 5 No 2 (2023): JINITA, December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jinita.v5i2.2114

Abstract

The internal selection of Pemilihan Mahasiswa Berprestasi, or known as Pilmapres, is an annual competition held by Institut Teknologi Sumatera (ITERA) to award the most outstanding student of the year which will be further sent to compete in regional and national event of Pilmapres held by Balai Pengembangan Talenta Indonesia. This study aimed to implement TOPSIS as a decision-making tool to determine the winner of Pilmapres ITERA in 2023. The criteria used in this study were general achievements, English competencies, and creative ideas, with weight of 50, 20, and 30, respectively. The scores for the criteria for each of the students are obtained from nine members of the board of jury in the final stage of Pilmapres ITERA in 2023. The calculation result using TOPSIS concluded that the 1st, 2nd, and 3rd winners of the internal selection of Pilmapres ITERA in 2023 were Alpha, Beta, and Omega, with the final preference scores of 0.995, 0.799, and 0.795, respectively.
The Utilization of Sago Frond Cellulose for Production of Prebiotic Hydrolyzate Through Enzymatic Hydrolysis Ilham Marvie; Titi Candra Sunarti
Journal of Science, Technology, and Visual Culture Vol 1 No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Teknologi Produksi dan Industri, Institut Teknologi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sago palm frond is the upper part of the sago palm trunk and is not utilized during sago harvesting. Sago palm frond contains low non-cellulose components; thus, it is the potential to be used as the production of cellulose hydrolysate. The result contains cello-oligosaccharides and cellobiose which can be utilized as a prebiotic that is beneficial to the human digestion system. The cellulolytic enzyme is used as a catalyst to produce intermediate hydrolysate. therefore, it requires a certain hydrolysis process. This research investigated the characteristics of sago palm frond and the extraction of its cellulose, and its application as a substrate for cellulose hydrolysis. The results showed that the upper half frond contains a higher crude fiber (35% wet basis) and cellulose components (37% wet basis) than the bottom one. Up to 72 hours the hydrolysis produced cello-oligosaccharides and cellobiose with a degree of polymerization of 7.9 and a dextrose equivalent of 12.6.
Effect of Salt Concentration and Fermentation Time In The Development of Anchovy (Stolephorus Sp) Bekasam as Tempura Raw Material Ririn Margiati; Ilham Marvie; Syahrizal Nasution
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v11i1.4829

Abstract

Purpose: This study aimed to analyze the effect of salt concentration and fermentation time on the chemical characteristics and lactic acid bacteria of anchovy bekasam, and the sensory evaluation of anchovy bekasam as a raw material for tempura. Methodology: The tests conducted included water content (thermogravimetry), pH (pH meter), fat content (soxhlet), bacterial count (TPC), and sensory evaluation (hedonic). The study used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors: salt concentration (15% and 20%) and fermentation time (4 days and 7 days).Results: The results indicated that both salt concentration and fermentation time significantly affected the water content, pH, and total lactic acid bacteria. The fat content was not significantly affected by the two factors but showed a decrease. Findings: Variations in salt concentration and fermentation time influenced the panelists' sensory preferences for color, aroma, taste, texture, and overall acceptability. The highest overall liking score was achieved by the sample with 15% salt concentration and 7 days of fermentation (K1L2). Novelty: This research provides insight into the optimal conditions for producing anchovy bekasam with desirable chemical and sensory properties, specifically for its use as a raw material for tempura. Originality: The study highlights the impact of different salt concentrations and fermentation times on both the chemical and sensory characteristics of bekasam, offering new information on improving its production process. Conclusions: The sample with 15% salt concentration and 7 days fermentation time yielded the most favorable results in terms of both chemical characteristics and sensory evaluation. Paper Type: Experimental Research Article Keywords: Bekasam; fish; fermentation; salt; tempura
Pengaruh Konsentrasi Ragi, Waktu Pemasakan dan Penyimpanan Terhadap Perubahan Fisikokimia dan Sensori Tapai Talas Kimpul (Xanthosoma sagittifolium) Sijabat, Evenita; Gaol, Naomi Lumban; Wahyuningtyas, Amalia; Marvie, Ilham
Jurnal Teknologi Pangan Vol 18, No 2 : DESEMBER 2024
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v18i2.4766

Abstract

Talas yang banyak dibudidayakan di Indonesia menawarkan potensi karbohidrat yang tinggi dapat menjadi alternatif diversifikasi pangan. Kandungan karbohidrat yang cukup tinggi membuat talas cocok untuk diolah menjadi tapai, makanan fermentasi tradisional yang menghasilkan rasa manis akibat pemecahan pati menjadi gula. Penelitian mengamati perubahan dengan pengaruh konsentrasi ragi, lama pemasakan serta penyimpanan pada suhu ruang dan beku.  Aspek analisis meliputi fisikokimia (pH, alkohol, kadar air, keasaman total, total gula, tekstur) dan aspek sensorik (rasa,aroma,warna). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ragi berpengaruh terhadap tekstur, kadar air, total asam tertitrasi, dan total gula. Waktu pemasakan berpengaruh terhadap total asam tertitrasi dan total gula namun tidak berpengaruh terhadap tekstur, kadar air, pH, dan alkohol. Uji Organoleptik menunjukkan bahwa konsentrasi ragi dan waktu pemasakan berpengaruh terhadap warna, tekstur, dan keseluruhan. Namun, tidak berpengaruh terhadap rasa dan aroma. Perubahan fisikokimia pada tapai talas yang disimpan pada suhu ruang dan suhu beku mempengaruhi tekstur serta karakteristik seperti kadar air, nilai pH, total gula, dan kadar alkohol, tetapi tidak memengaruhi nilai TAT. Berdasarkan penyimpanan tapai dalam suhu ruang dan suhu beku didapatkan penilaian berpengaruh terhadap sensori tapai, serta dinilai panelis lebih menyukai tapai yang disimpan pada suhu ruang hari pertama.
Pengembangan Produk Nata De Pina Menggunakan Nitrogen Nabati sebagai Produk Unggulam UMKM KWT Ulet Yosi Syafitri; Marvie, Ilham; Rahmadi, Isnaini; Fithriani, Dina; Maghfira, Yasmi Dyanti; Utami, Annisa Ayu; Putriutami, Humaira Puspita
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v8i2.5117

Abstract

Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pengembangan produk nata dari kulit nanas (nata de pina) dengan penambahan sumber nitrogen nabati dilakukan di UMKM KWT Ulet. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan produk nata kepada pihak UMKM dan produk yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai produk unggulan UMKM. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu (1) diskusi awal tim pengabdian dan pihak mitra, (2) diskusi tim pengabdian terhadap permasalahan mitra, (3) perencanaan pelaksanaan pengabdian, (4) pelatihan pembuatan nata de pina sumber nitrogen nabati, (5) pengenalan pemasaran dan manajemen sanitasi higiene, (6) mentoring dan evaluasi kegiatan. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan produk nata yang disukai dan memiliki keunggulan memiliki aroma segar khas nanas, disamping itu nitrogen nabati menghasilkan produk yang aman untuk dikonsumsi. Pengenalan aspek sanitasi dan higiene memberikan jaminan mutu produk yang dihasilkan. Produk nata yang dihasilkan kedepannya diharapkan mampu bersaing di pasaran.
Rancang Bangun Perangkat Instrumentasi dan Kontrol Bioreaktor Cascara Berbasis Raspberry Pi Hariyanto, Duwi; Miranto, Afit; Naufal, Daffa; Rafif, Muhammad Nur; Hernanda, Muhammad Pramudhitya; Marvie, Ilham; Panjaitan, Jabosar Ronggur Hamonangan
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol 7, No 1 (2025): ELKOM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v7i1.23858

Abstract

Kemajuan teknologi saat ini mendorong pengembangan perangkat yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas berbagai proses produksi, termasuk dalam industri fermentasi. Salah satu produk bernilai tinggi yang dapat dihasilkan dari kulit kopi (cascara) adalah asam cuka, yang tidak hanya memperpanjang masa simpan cascara tetapi juga meningkatkan nilai ekonomisnya. Penelitian ini berfokus pada perancangan perangkat instrumentasi dan kontrol bioreaktor berbasis mini komputer Raspberry Pi yang didukung mikrokontroler Arduino Nano secara serial. Sistem ini dirancang untuk memantau dan mengendalikan parameter kritis fermentasi, seperti suhu, pH, dan kadar oksigen. Perangkat ini menggunakan sensor DS18B20 untuk mendeteksi suhu, sensor pH SKU: SEN0169 dari DF Robot untuk mengukur tingkat keasaman, serta sensor oksigen SKU: SEN0322 dari DF Robot untuk memantau tingkat oksigen. Raspberry Pi berfungsi sebagai pusat pemrosesan data, kontrol perangkat keras, dan antarmuka pengguna, sementara Arduino Nano berfungsi dalam menangani pembacaan sensor. Pemrograman mikrokontroler dilakukan melalui Arduino Integrated Development Environment (IDE). Hasil memberikan bahwa karakteristik sensor-sensor tersebut sesuai untuk digunakan dalam monitoring dan pegendalian proses produksi asam cuka dari kulit kopi di bioreaktor.
Co-Authors Afit Miranto Ahmad Zainul Fatih Aisya Nuraprilia Ajeng Ayuningtias Alexandra Trisna Putri Amalia Oktavia Amalia Wahyuningtyas Anggun Qoriyati Aziz Boing Sitanggang Borneo Satria Pratama Dea Tio Mareta Diana Rizkia Putri Drantantiyas, Nike Dwi Grevika Erycka Putri Wirmadi Fadilla, Finna Fathin Fithriani, Dina Fithriyani, Dina Fitria Rizkyka Gaol, Naomi Lumban Hariyanto, Duwi Hernanda, Muhammad Pramudhitya Hesti Ayuningtyas Pangastuti Humaira Puspita Putriutami Ilham Amirul Hakim Irbadh, Muhammad Isnaini Rahmadi Jabosar Ronggur Hamonangan Panjaitan Khairunisa Nurdiani Khalil Bagas Rajendra Lasuardi Permana Lianti, Lita Lita Lianti Lubis, Laura Indah Thesalonica Maghfira, Yasmi Dyanti Masayu Nur Ulfa Maysi Wulandari Media Maula Aliska Muhammad Iqbal Muhammad Rizky Ramanda Munthe, Patrisia Anggraeni Nadi, Muhammad Abi Berkah Nadi, Muhammad Abi Berkah Naufal, Daffa Nike Dwi Grevika Drantantiyas Noveliska Br Sembiring Noveliska Br Sembiring, Noveliska Br Novi Wijayanti Noviana Christy Grace Purba Noviana Christy Grace Purba Okti Ruenda Pangastuti, Hesti Ayuningtyas Pratama, Borneo Satria Putri, Ririn Chania Putriutami, Humaira Puspita Rafif, Muhammad Nur Rahmadi, Isnaini Rahmi Yulistin Recia Dea Putri Ririn Margiati Ririn Margiati Risdiana, Chinta RUENDA, OKTI Samsu Udayana Nurdin Sari, Anjelin Novita Sihombing, Marcell Sijabat, Evenita Silaban, Martuah Sinaga, Febriyanti Slamet Budijanto Surya Christien Manurung Syahrizal Nasution Titi Candra Sunarti Utami, Annisa Ayu Vali Daningka Velinda Puspita Praja Wafi Adizara Muzakki Wahyuningtyas, Amalia Wahyuningtyas, Amalia Winni Nur Auli Yasmin Latifah Yatima Yatima Yosi Syafitri Yuni Alfiyani Nurrahmah Zada Agna Talitha