Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SADEMIN: Sistem Cerdas Deteksi Kelayakan Makanan dan Minuman Berbasis Sensor Gas dan Internet of Things (IoT) Muhammad Zikry Al-Banna Lubis; Sukarman Purba; Tora Valentina Simatupang; Andri Saputra Harahap
Journal of Students‘ Research in Computer Science Vol. 7 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/2d0xmp79

Abstract

Food safety is a fundamental aspect of public health; however, the rate of food poisoning in Indonesia remains alarmingly high, with reports indicating 4,711 cases by September 2025. This issue is compounded by the limitations of traditional methods that are subjective and the inability to detect food spoilage in its early stages, during which microorganisms start to emit Volatile Organic Compounds (VOCs) like ammonia and alcohol vapors that human senses cannot identify. The aim of this innovative concept is to create SADEMIN (Smart Food and Beverage Eligibility Detection System) as an intelligent detection system based on the Internet of Things (IoT) for objectively, accurately, and continuously monitoring food freshness. SADEMIN is engineered by incorporating MQ-135 gas sensors and MQ-3 alcohol sensors controlled by the ESP8266 microcontroller. This innovation operates by identifying gas emissions of ammonia and ethanol resulting from food degradation, assigning a "Not Suitable" status when gas levels hit a threshold of ≥ 32% or when alcohol concentrations are detected. The monitoring results are displayed locally on a 16x2 LCD and wirelessly transmitted to the Blynk app on mobile devices. Additionally, the system is equipped with an audio alert feature using the DF Player Mini module as an early warning system. Trial results indicate that SADEMIN has a high validity in distinguishing between suitable and unsuitable sample conditions in line with actual conditions. This innovation is anticipated to reduce the risk of food poisoning and contribute to achieving the SDG goal 3 regarding healthy and prosperous lives.
Proses Pembangkit Listrik Tenaga Uap Dengan Menggunakan Generator dan Efesiensi Generator pada Pabrik Kelapa Sawit di PT Perkebunan Nusantara IV PKS Rambutan Sry Yani Hutagalung; Enjelina Lumban Gaol; Andri Saputra Harahap; Steven Elvantino Sirait; Arjunaldi Zalukhu
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v3i1.8188

Abstract

Energi listrik merupakan fondasi penting dalam mendukung kegiatan industri, khususnya di pabrik kelapa sawit yang menggunakan berbagai peralatan listrik seperti mesin induksi, pompa, dan conveyor dalam proses transformasi tandan buah segar (TBS) menjadi minyak sawit mentah (CPO). Di PT Perkebunan Nusantara IV PKS Rambutan, pemenuhan kebutuhan ini dilakukan melalui sistem Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang canggih, dengan memanfaatkan limbah biomassa seperti serabut dan cangkang kelapa sawit sebagai sumber bahan bakar utama. Pendekatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga memaksimalkan pemakaian sumber daya internal pabrik. Studi ini secara khusus meneliti cara kerja pembangkitan energi listrik dari tenaga uap dan menilai efisiensi generator dalam sistem PLTU tersebut.Metode penelitian melibatkan pengamatan langsung di lapangan selama lima hari penuh selama periode produksi, yang dikombinasikan dengan pengumpulan data operasional dari generator. Parameter penting yang diukur meliputi daya input (dari turbin), daya output listrik, arus (A), tegangan (V), faktor daya (cos φ), dan frekuensi (Hz). Data tersebut dianalisis menggunakan rumus standar untuk efisiensi: η = (P_out / P_in) × 100%, dilengkapi dengan analisis statistik untuk menghitung nilai rata-rata dan deviasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini beroperasi berdasarkan prinsip siklus Rankine: biomassa dibakar di dalam boiler untuk memanaskan udara menjadi uap superheated bertekanan tinggi (umumnya berkisar antara 40-60 bar), yang kemudian menggerakkan turbin uap multi-stage yang terhubung langsung dengan generator sinkron. Efisiensi generator tercatat berkisar antara 79,25% hingga 89,68%, dengan nilai rata-rata mencapai 84,89%. Kinerja ini mencerminkan kondisi operasional yang baik.