Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kebijakan Pidana Penjara Dalam Perspektif Penologi Terhadap Fenomena Overcrowding Lembaga Pemasyarakatan Di Indonesia Betrilia .; Zalkia Salsabila; Nakayla Azzahwa
Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 3 (2026): April - Juni
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imprisonment remains the primary instrument in Indonesia’s penal system; however, its dominance has led to the problem of prison overcrowding, which hinders the effective rehabilitation of inmates. This situation highlights a discrepancy between the objectives of punishment from a penological perspective which emphasizes rehabilitation and resocialization and the reality of implementation on the ground. This study aims to analyze prison policies within Indonesia’s criminal justice system and examine their contribution to the phenomenon of prison overcrowding. This study employs a normative legal method using a legislative and conceptual approach, referencing Law No. 1 of 2023 on the Criminal Code, Law No. 22 of 2022 on Corrections, and Law No. 39 of 1999 on Human Rights. The results of the study indicate that although alternative punishments have been established, imprisonment remains dominant, thereby contributing to overcrowding and hindering the achievement of the objectives of punishment. Therefore, the application of alternative punishments must be optimized to reduce reliance on imprisonment.
Kesenjangan Gender dalam Pengambilan Keputusan Kesehatan Reproduksi : Dampak Terhadap Kesejahteraan Perempuan Betrilia Betrilia; Nakayla Azzahwa; Sudirman Sitepu; Dwi Putri Lestarika
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 2 No. 2 (2024): September - Oktober
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/p2wffw80

Abstract

Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan reproduksi menjadi isu krusial yang merugikan suatu gender tertentu, terutama kaum perempuan. Kesenjangan gender dalam masyarakat yang menganut budaya patriaki yang kuat, membuat perempuan sering kali tidak memiliki hak untuk mengambil keputusan kesehatan yang menyangkut tubuh mereka sendiri. Hal ini pada akhirnya memengaruhi kesejahteraan perempuan secara keseluruhan dan berdampak negatif pada kesehatan fisik, mental, dan sosial mereka. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketidaksetaraan gender dalam pengambilan keputusan reproduksi memiliki resiko yang besar terhadap perempuan, seperti kehamilan yang tidak diinginkan, kompikasi kehamilan, dan kurangnya akses ke layanan kesehatan. Dampak psikologis yang ditimbulkan mencangku peningkatan stress dan rendahnya kualitas hidup akibat keterbatasan hak dalam pengambilan keputusan. Beberapa upaya yang bisa dilakukan yaitu, pemberdayaan perempuan, peningkatan pendidikan kesehatan reproduksi, dan kebijakan yang mendukung hak perempuan untuk berpartisipasi dalam keputusan kesehatan reproduksi. Dari hasil penelitian ini diharapkan agar penelitian ini dapat memperluas pengetahuan bagi laki-laki dan perempuan agar saling berkontribusi dalam pengambilan keputusan mengenai kesehatan reproduksi kedepannya.