Sudirman Sitepu
Universitas Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE TERHADAP EFISIENSI PENYELESAIAN PERKARA PIDANA DI INDONESIA Khairi Ardiansyah; Loren Seftia Apiba; M Kelvin Apricho; Sudirman Sitepu
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 1 (2024): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh penerapan pendekatan restorative justice terhadap efisiensi penyelesaian perkara pidana di Indonesia. Melalui pendekatan yuridis normatif, penelitian ini mengkaji peraturan perundang-undangan yang relevan untuk menilai sejauh mana dasar hukum mendukung efisiensi dalam penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa restorative justice memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi sistem peradilan pidana dengan mengalihkan penanganan kasus-kasus ringan ke mekanisme restoratif, sehingga memungkinkan aparat penegak hukum untuk fokus pada kasus-kasus yang lebih serius.
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PEMBELAAN TERPAKSA YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN PELAKU DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA DAN VIKTIMOLOGI Risma Rahmadani; Chaerly Ernanda Safitri; Iqbal Haris Maulana Efendi; Muhammad Ratra Alhabsy; Sudirman Sitepu; Dwi Putri Lestarika
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i1.1706

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaturan pembelaan terpaksa (noodweer) yang mengakibatkan kematian pelaku dalam KUHP Nasional Indonesia (UU No. 1/2023) di tengah disparitas penegakan hukum dan meningkatnya kekerasan jalanan, seperti kasus Hogi Minaya di Sleman. Tujuan penelitian mencakup analisis batasan antara pembelaan sah (Pasal 34) dan noodweer exces (Pasal 43), serta perspektif viktimologi terhadap pertanggungjawaban korban. Penelitian yuridis normatif bersifat deskriptif-analitis menggunakan pendekatan statute dan konseptual melalui studi pustaka bahan hukum primer (KUHP), sekunder (jurnal, doktrin), dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil menunjukkan pembelaan sah mensyaratkan serangan seketika melawan hukum, proporsionalitas, dan subsidiaritas, sedangkan exces memerlukan keguncangan jiwa hebat dengan hubungan kausal langsung; viktimologi menempatkan korban sebagai aktor aktif untuk hindari reviktimisasi. Penelitian menyimpulkan perlunya pedoman operasional kontekstual bagi aparat penegak hukum guna wujudkan keadilan substantif, dengan implikasi pelatihan viktimologi dan restorative justice