Aplikasi Mobile JKN yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan melalui kemudahan akses informasi dan administrasi secara digital. Namun, tingkat pemanfaatannya masih rendah, termasuk di RSUD Panembahan Senopati yang baru mencapai 10,2% dari target 20% yang ditetapkan BPJS Kesehatan. Rendahnya penggunaan ini salah satunya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan pengguna mengenai cara penggunaan aplikasi dan pemahaman terhadap fitur-fiturnya, sehingga potensi aplikasi untuk mempercepat layanan dan mengurangi antrean belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pengguna aplikasi Mobile JKN di RSUD Panembahan Senopati meliputi identifikasi kemampuan pengguna dalam meningat fitur dan fungsi aplikasi. Karakteristik responden berdasarkan umur, jenis kelamin, dan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan variabel tunggal, yaitu gambaran tingkat pengetahuan pengguna aplikasi Mobile JKN di RSUD Panembahan Senopati dengan jumlah responden 152. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan pengguna aplikasi Mobile JKN di RSUD Panembahan Senopati mayoritas berada dalam kategori cukup yaitu sebesar 63,8%, kategori baik sebesar 29,6%, dan kategori kurang yaitu 6,6%. Tingkat pengetahuan pengguna Aplikasi Mobile JKN di RSUD. Sebagian besar tingkat pengetahuan pengguna aplikasi mobile jkn di RSUD Panembahan Senopati masuk dalam kategori cukup. Kegiatan sosialisasi dan media informasi diharapkan dapat meningkatkan tingkat tingkat pengetahuan pengguna aplikasi mobile JKN.