Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 bisa dikatakan penyakit serius yang ditandai dengan hiperglikemia akibat masalah sekresi atau fungsi insulin dan berpotensi menyebabkan komplikasi, salah satunya hipertensi atau dikenal dengan tekanan darah tinggi. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara jumlah glukosa darah dan tekanan darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Nyi Ageng Serang Yogyakarta Tahun 2024. Metode: metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel diperoleh dengan purposive sampling dan total sampel sebanyak 94 responden. Data sekunder diperoleh dari data periode tahun 2024 di Rumah Sakit Umum Daerah Nyi Ageng Serang Yogyakarta. Data penelitian dianalisis dengan metode univariat untuk karakteristik responden dan bivariat untuk hubungan antara diabetes melitus dengan hipertensi menggunakan SPSS versi 26. Hasil: menunjukkan bahwa berdasarkan usia dan jenis kelamin dari 94 total sampel pasien, paling banyak adalah pasien perempuan pada kelompok usia lanjut yaitu >65 tahun sebanyak 20 orang (21,3%). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara hipertensi dengan tingkat glukosa darah dimana mayoritas sampel pasien memiliki kadar glukosa darah tidak terkontrol dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) sebanyak 61 orang (64,9%). Disarankan agar rumah sakit meningkatkan pemantauan rutin kadar glukosa darah dan tekanan darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 serta memperkuat edukasi terkait pengendalian gaya hidup. Penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel pola makan, aktivitas fisik, dan durasi penyakit untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif.