Transformasi industri 4.0 di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah rendahnya kesiapan industri dalam mengelola pengetahuan secara efektif. Indeks kesiapan transformasi industri Indonesia baru mencapai angka 2,14 dari skala 4 yang mencerminkan kesiapan nasional yang masih tergolong sedang. Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0), sebagai institusi yang berperan dalam akselerasi transformasi digital industri, belum memiliki sistem pengelolaan pengetahuan (Knowledge Management) yang terstruktur. Permasalahan diperparah oleh komunikasi manual serta beban kerja tinggi yang hanya ditangani oleh satu orang Humas untuk menjawab pertanyaan berulang dari stakeholder. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem Knowledge Management di PIDI 4.0 berbasis Knowledge Management Cycle (KMC) Evans, Dalkir, dan Bidian (2015) di PIDI 4.0, yang mencakup enam tahapan: Identify-Create, Store, Share, Use, Learn, dan Improve. Sistem dikembangkan melalui integrasi chatbot berbasis rule-based dan metode decision tree melalui WhatsApp Business PIDI 4.0, serta dilengkapi dengan Booklet Knowledge Management sebagai luaran pendukung. Evaluasi formatif dilakukan melalui uji ahli materi, ahli media, pengguna, dan ahli Knowledge Management. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu menyampaikan informasi secara responsif dan relevan, serta mendorong proses pembelajaran aktif. Refleksi dari fase Learn menunjukkan peningkatan pemahaman stakeholder terhadap isu transformasi industri 4.0 dan layanan PIDI 4.0. Chatbot terbukti efektif sebagai media Knowledge Management dalam menjawab kebutuhan informasi secara tepat sasaran dan berkelanjutan, serta mendukung proses kolaborasi dan peningkatan kapabilitas industri.