Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH STRUKTUR MODAL, PERTUMBUHAN PENJUALAN DAN LIKUIDITAS TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN TEKSTIL DAN GARMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2020-2024 Nadia Sevi Yulpani; Hendri Hendri; Seftya Dwi Shinta
Ekonomi & Bisnis Vol 25 No 1 (2026): Jurnal Ekonomi & Bisnis Juni 2026
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/eb.v25i1.8403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal, pertumbuhan penjualan, dan likuiditas terhadap kinerja keuangan pada perusahaan tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Variabel independen dalam penelitian ini adalah struktur modal yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER), pertumbuhan penjualan (Sales Growth), dan likuiditas yang diproksikan dengan Current Ratio (CR), sedangkan variabel dependen adalah kinerja keuangan yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh sebanyak 6 perusahaan dengan total 30 data pengamatan. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial struktur modal tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, sedangkan pertumbuhan penjualan dan likuiditas berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Selain itu, secara simultan struktur modal, pertumbuhan penjualan, dan likuiditas berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,402 menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan variasi kinerja keuangan sebesar 40,2%, sedangkan sisanya sebesar 59,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian.Temuan ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan penjualan dan likuiditas merupakan faktor penting dalam mempengaruhi kinerja keuangan, sementara struktur modal belum memberikan pengaruh secara signifikan secara parsial. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk dapat menambahkan variabel lain serta memperluas periode penelitian agar memperoleh hasil yang lebih komprehensif. Kata kunci: Kinerja Keuangan, Likuiditas, Pertumbuhan Penjualan, Struktur Modal
PENGARUH PERBEDAAN PRINSIP AKUNTANSI SYARIAH DAN KONVENSIONAL TERHADAP LAPORAN KEUANGANSTUDI KASUS BANK MEGA SYARIAH DAN BANK BCA Eren Nurul Padila; Anggi Okta Feronika; Lika Holipa; Alisya Hariani; Tati Lestari; Piola Aprilia; Roy Refando Sipahutar; Bresman Marpaung; Hendri Hendri
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol. 6 No. 1 (2026): Mei 2026 : Jurnal Akuntansi Dan Bisnis(AKUNTANSI)
Publisher : LPPM PoliteknikPratamaKendal- Universitas Sains Dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jiab.v6i1.1537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan prinsip akuntansi syariah dan konvensional terhadap penyusunan dan penyajian laporan keuangan dengan studi kasus pada Bank Mega Syariah dan Bank Central Asia (BCA). Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana perbedaan prinsip dasar akuntansi, seperti pengakuan pendapatan, perlakuan terhadap bunga (riba), dan sistem bagi hasil, memengaruhi struktur, penyajian, dan transparansi laporan keuangan kedua jenis bank tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif komparatif. Data diperoleh melalui studi literatur, laporan keuangan tahunan, serta dokumen pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan prinsip akuntansi berpengaruh signifikan terhadap bentuk dan isi laporan keuangan. Bank Mega Syariah menerapkan prinsip keadilan dan bagi hasil yang tercermin dalam akun-akun investasi dan pembiayaan syariah, sedangkan Bank BCA menerapkan prinsip bunga dan risiko kredit yang berdampak pada perbedaan dalam pengakuan pendapatan serta penyajian laba bersih. Temuan ini menegaskan bahwa sistem akuntansi syariah tidak hanya menekankan pada aspek kepatuhan terhadap syariat, tetapi juga memberikan transparansi dan keadilan dalam pelaporan keuangan.Kata Kunci: akuntansi, perbankan, syariah, konvensional.
Governance and Challenges in the Management of Zakat, Infaq, and Sadaqah: A Case Study of Bengkulu Provincial BAZNAS Hendri Hendri; Taufik Romadon
BIMA Journal (Business, Management, & Accounting Journal) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/bima.7.1.589-594

Abstract

Purpose: This study aims to examine the management of zakat, infaq, and sadaqah (ZIS) at Bengkulu Provincial BAZNAS and to analyze its role as an Islamic social finance instrument in supporting regional economic growth and improving mustahik welfare. Specifically, the research evaluates ZIS management effectiveness, fundraising strategies, human resource development, and internal and external challenges in optimizing productive and sustainable utilization of ZIS. Methodology: A descriptive qualitative approach was adopted, involving in-depth interviews, direct observation, and documentation review with BAZNAS management, amil, mustahik, and internal supervisors. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, with validity ensured through source and methodological triangulation. Findings: ZIS management at Bengkulu Provincial BAZNAS adheres to Islamic principles, legal regulations, and SOPs. Digital systems, especially SIMBA, have improved transparency, accountability, and efficiency. Zakat collection is influenced by muzaki awareness, socialization efforts, and local government support. Productive ZIS programs, particularly MSME empowerment, enhance mustahik income and economic resilience, though challenges remain in human resources, digital infrastructure, zakat literacy, and direct distribution practices. Originality: This study contributes a concise model for effective and transparent ZIS management, highlighting how transforming consumptive zakat into productive programs supports sustainable regional economic development. It also strengthens understanding of the role of zakat institutions in promoting financial inclusion, poverty alleviation, and equitable welfare distribution within the Bengkulu context. Conclusions: The study concludes that ZIS management at Bengkulu Provincial BAZNAS has demonstrated significant progress through digitalization and productive program initiatives, yet continued efforts in human resource capacity building, infrastructure development, and public literacy are essential to fully realize its potential as a driver of regional economic growth and mustahik welfare. Type of Paper: This paper is an empirical research paper.