Tju Lie Lie
Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way, Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Refleksi Teologis Hukum Taurat Ke-5 Dalam Relasi Orang Tua Toxic dan Anak Menurut Perspektif Susan Forward Bedty Lastri Fransisca; Hikman Sirait; Tju Lie Lie
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 9 No 1 (2026): Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v9i1.786

Abstract

The phenomenon of destructive parenting by "toxic parents" creates a relational dynamic that frequently leads to deep-seated conflict, placing children in moral, psychological, and social dilemmas. This study aims to analyze Susan Forward’s "toxic parents" theory through a biblical lens to foster parenting transformation and relational healing between children and parents. This objective is pursued through a theological reflection on the Fifth Commandment. Employing a qualitative method based on literature study and a hermeneutical approach to the Decalogue, the research identifies three pivotal aspects for transforming toxic parenting patterns. Furthermore, the study outlines three primary strategies children can implement to restore parental relationships and break the cycle of intergenerational trauma. These findings offer a theological framework for pastoral counseling and family restoration in the face of dysfunctional parenting dynamics. AbstrakFenomena pola asuh destruktif oleh toxic parents menyebabkan relasi orang tua dan anak mengalami dinamika yang seringkali berujung pada konflik. Toxic parents menempatkan anak dalam situasi dilematis secara moral, psikologis dan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis teori toxic parents Susan Forward melalui lensa biblik dalam rangka transformasi pola asuh dan pemulihan relasi anak dan orang tua melalui refleksi teologis hukum Taurat kelima. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dan hermeneutika terhadap Taurat kelima. Hasil penelitian menemukan tiga aspek penting dalam transformasi pola asuh oleh toxic parents. Selain itu ada tiga aspek utama yang dapat diterapkan anak dalam pemulihan relasi dengan orang tua untuk memutus siklus traumatis.
Integritas dan Moralitas Gembala dalam Perspektif Amsal 11:3: Kajian Teologis Kepemimpinan Pastoral Hiskia Kanalung; Tju Lie Lie; Selviawati Selviawati
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 11, No 1 (2026): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Juni 2026
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v11i1.436

Abstract

Kepemimpinan Kristen memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan mentalitas jemaat, terutama melalui teladan gembala yang memimpin dengan integritas dan prinsip moral Alkitab. Moralitas dan mentalitas gembala menjadi pilar utama dalam menciptakan kepemimpinan yang efektif, karena perilaku pemimpin yang konsisten dengan firman Tuhan mampu membimbing jemaat dalam pertumbuhan rohani dan etika hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kepemimpinan Kristen dapat membentuk mentalitas dan moralitas gembala berdasarkan prinsip Amsal 11:3. Metode penelitian menggunakan pendekatan teologis-kualitatif dengan eksegesis teks Alkitab dan kajian literatur teologi kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa hakikat kepemimpinan Kristen dan mentalitas gembala merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan arah pelayanan yang beretika. Analisis Amsal 11:3 menegaskan bahwa moralitas menjadi pilar yang membimbing gembala, sehingga integritas dan ketulusan hati menjadi pusat praktik kepemimpinan yang efektif. Dengan demikian, integrasi moralitas dan mentalitas dalam praktik gembala menghasilkan kepemimpinan yang autentik, transformatif, dan mampu membimbing jemaat secara holistik dalam pertumbuhan rohani dan etika.