The phenomenon of destructive parenting by "toxic parents" creates a relational dynamic that frequently leads to deep-seated conflict, placing children in moral, psychological, and social dilemmas. This study aims to analyze Susan Forward’s "toxic parents" theory through a biblical lens to foster parenting transformation and relational healing between children and parents. This objective is pursued through a theological reflection on the Fifth Commandment. Employing a qualitative method based on literature study and a hermeneutical approach to the Decalogue, the research identifies three pivotal aspects for transforming toxic parenting patterns. Furthermore, the study outlines three primary strategies children can implement to restore parental relationships and break the cycle of intergenerational trauma. These findings offer a theological framework for pastoral counseling and family restoration in the face of dysfunctional parenting dynamics. AbstrakFenomena pola asuh destruktif oleh toxic parents menyebabkan relasi orang tua dan anak mengalami dinamika yang seringkali berujung pada konflik. Toxic parents menempatkan anak dalam situasi dilematis secara moral, psikologis dan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis teori toxic parents Susan Forward melalui lensa biblik dalam rangka transformasi pola asuh dan pemulihan relasi anak dan orang tua melalui refleksi teologis hukum Taurat kelima. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dan hermeneutika terhadap Taurat kelima. Hasil penelitian menemukan tiga aspek penting dalam transformasi pola asuh oleh toxic parents. Selain itu ada tiga aspek utama yang dapat diterapkan anak dalam pemulihan relasi dengan orang tua untuk memutus siklus traumatis.
Copyrights © 2026