Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Self-regulated learning (Self-Regulated Learning/SRL), Keterlibatan Mahasiswa (Student Engagement/SE), Motivasi Pencapaian (Achievement Motivation/AM), dan Literasi Digital (Digital Literacy/DL) terhadap Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) mahasiswa Pendidikan Fisika dalam blended learning berbasis EdLink. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto yang melibatkan 35 mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika di Universitas Flores. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert untuk SRL (MSLQ), SE (Skala Keterlibatan Mahasiswa Fredricks), AM (Kuesioner Tujuan Pencapaian berdasarkan teori McClelland), dan DL (Kerangka Kerja DigComp), serta tes HOTS berbasis esai yang mencakup analisis (C4), evaluasi (C5), dan kreasi (C6). Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Model regresi yang diperoleh adalah Y = ?4,263 ? 0,032X? + 0,163X? + 0,412X? + 0,546X? + ?, di mana Y = HOTS, X? = SRL, X? = Student engagement, X? = Motivasi Prestasi, dan X? = Literasi Digital. Hasil menunjukkan bahwa SRL, SE, AM, dan DL secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap HOTS (F = 2610,426; p < 0,05) dengan koefisien determinasi R² = 0,997, yang berarti bahwa 99,7% varians HOTS dapat dijelaskan oleh model tersebut. Sebagian, Student engagement (? = 0,144; p < 0,05), Motivasi Berprestasi (? = 0,378; p < 0,05), dan Literasi Digital (? = 0,514; p < 0,05) secara signifikan memengaruhi HOTS, sedangkan SRL tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p > 0,05). Literasi Digital diidentifikasi sebagai faktor paling dominan yang memengaruhi HOTS. Temuan ini menyoroti pentingnya penguatan literasi digital, motivasi berprestasi, dan student engagement untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam lingkungan blended learning berbasis LMS.