Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH SELF-REGULATED LEARNING, STUDENT ENGAGEMENT, MOTIVASI BERPRESTASI, DAN LITERASI DIGITAL TERHADAP HOTS MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA DALAM BLENDED LEARNING BERBASIS EDLINK Adrianus Nasar; Mariana Evilina Pau; Agustina Boleng
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Self-regulated learning (Self-Regulated Learning/SRL), Keterlibatan Mahasiswa (Student Engagement/SE), Motivasi Pencapaian (Achievement Motivation/AM), dan Literasi Digital (Digital Literacy/DL) terhadap Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) mahasiswa Pendidikan Fisika dalam blended learning berbasis EdLink. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto yang melibatkan 35 mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika di Universitas Flores. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert untuk SRL (MSLQ), SE (Skala Keterlibatan Mahasiswa Fredricks), AM (Kuesioner Tujuan Pencapaian berdasarkan teori McClelland), dan DL (Kerangka Kerja DigComp), serta tes HOTS berbasis esai yang mencakup analisis (C4), evaluasi (C5), dan kreasi (C6). Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Model regresi yang diperoleh adalah Y = ?4,263 ? 0,032X? + 0,163X? + 0,412X? + 0,546X? + ?, di mana Y = HOTS, X? = SRL, X? = Student engagement, X? = Motivasi Prestasi, dan X? = Literasi Digital. Hasil menunjukkan bahwa SRL, SE, AM, dan DL secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap HOTS (F = 2610,426; p < 0,05) dengan koefisien determinasi R² = 0,997, yang berarti bahwa 99,7% varians HOTS dapat dijelaskan oleh model tersebut. Sebagian, Student engagement (? = 0,144; p < 0,05), Motivasi Berprestasi (? = 0,378; p < 0,05), dan Literasi Digital (? = 0,514; p < 0,05) secara signifikan memengaruhi HOTS, sedangkan SRL tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p > 0,05). Literasi Digital diidentifikasi sebagai faktor paling dominan yang memengaruhi HOTS. Temuan ini menyoroti pentingnya penguatan literasi digital, motivasi berprestasi, dan student engagement untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam lingkungan blended learning berbasis LMS.
Strategi Guru Menumbuhkan Growth Mindset Siswa dalam Pembelajaran Fisika (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Ende) Aloisius Harso; Agustina Boleng; Mariana Evilina Pau
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.4794

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah fisika siswa Indonesia hingga saat ini masih tergolong rendah. Rendahnya disebabkan oleh faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor eksternal berupa upaya guru selaku desainer pembelajaran untuk menumbuhkan kembangkan motivasi dan kinerja siswa dalam pembelajaran fisika.Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh guru dalam menumbuhkan pola pikir bertumbuh siswa dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek seorang guru fisika dan 72 siswa kelas XI.1 dan XI.2. Pemilihan subjek penelitian dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Guru fisika dipilih sebagai subjek utama karena merupakan pihak yang secara langsung merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran fisika, serta memiliki peran penting dalam menerapkan strategi untuk menumbuhkan growth mindset dan siswa kelas XIA dan XIB dipilih karena merupakan siswa yang secara langsung mengalami dan merasakan penerapan strategi guru dalam pembelajaran fisika. Selain itu, kedua kelas tersebut diajar oleh guru fisika yang menjadi subjek penelitian sehingga dapat memberikan informasi yang relevan. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran di kelas dan dilaboratorium, telaah dokumen dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru fisika telah menerapkan beberapa strategi dalam menanamkan growth mindset siswa meliputi (1) penciptaan lingkungan kelas yang mendukung (2) Penerapan pembelajaran berpusat pada siswa (3) pemberian umpan balik yang berorientasi proses, (4)membangun budaya refleksi atas kesalahan yang dialami serta (5) memberikan bimbingan individual.