Selderika Patty
Institut Agama Kristen Negeri Ambon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hermeneutika Kecurigaan Terhadap Tren Flexing: Menyingkap Lapisan Makna Tersembunyi dan Simbol Semiotika di Media Sosial: Penelitian Bernase Titaley; Elka Anakotta; Selderika Patty
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6491

Abstract

Fenomena flexing di media sosial berkembang menjadi lebih dari sekadar praktik pamer kekayaan, tetapi telah menjadi bahasa simbolik dalam budaya digital kontemporer. Melalui platform seperti TikTok, Instagram, dan Facebook, individu membangun identitas diri melalui representasi visual berupa barang mewah, perjalanan eksklusif, dan gaya hidup konsumtif. Penelitian ini bertujuan membongkar makna tersembunyi dibalik praktik flexing menggunakan pendekatan Hermeneutika Kecurigaan dari Paul Ricoeur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif interpretatif dengan pendekatan fenomenologi-hermeneutik. Dalam penelitian ini, flexing dipahami bukan hanya sebagai realitas objektif, tetapi sebagai teks simbolik yang mengandung makna ideologis, psikologis, sosial, dan eksistensial.             Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik flexing sering kali menjadi bentuk kompensasi atas kecemasan sosial, kebutuhan validasi, krisis identitas, dan alienasi individu di tengah budaya kapitalisme digital. Simbol kemewahan yang ditampilkan tidak selalu merepresentasikan kepemilikan nyata, melainkan berfungsi sebagai topeng sosial demi memperoleh pengakuan dan status di ruang publik digital. Selain itu, budaya flexing memperlihatkan bagaimana media sosial membentuk standar keberhasilan dan citra diri yang semu. Dengan demikian, Hermeneutika Kecurigaan membuka ruang pembacaan kritis terhadap budaya digital yang selama ini diterima secara literal oleh masyarakat sehingga pengguna media sosial dapat lebih reflektif dalam memahami simbol dan realitas di dunia digital.
Disfungsi Peran Orang Tua Terhadap Pendidikan dan Masa Depan Anak di Timika (Kajian Pendidikan Agama Kristen di Desa Mapurjaya): Penelitian Felani Soplanit; Selderika Patty; Meike Albertina Nenete; Sephliano Sahureka
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.548

Abstract

This study aims to analyze parental role dysfunction in children's education and future from the perspective of Christian Religious Education in Mapurjaya Village, Mimika Regency. A descriptive qualitative approach was employed using observation, in-depth interviews, and documentation. Participants were purposively selected and included parents, children, religious leaders, teachers, and community leaders. Data were analyzed using the Miles and Huberman model combined with Spradley's ethnographic analysis. The findings indicate that parental role dysfunction is primarily influenced by external factors, including work demands, limited time, economic constraints, and insufficient ability to assist children with learning. Nevertheless, parents continue to support their children's education through motivation, attention, educational support, and character and faith development. The study concludes that the family is the primary educational institution in Christian Religious Education, and optimizing parental roles requires sustained collaboration among families, churches, and schools to strengthen children's education, Christian character formation, and future development.