Muhammad Rizal Amri
STIT Bustanul'Ulum Lampung Tengah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Guru Pai Dalam Mebentuk Akhlak Peserta Didik Di Lembaga PPTQ Nurul Huda Meli Luwu Utara Muhammad Rizal Amri; Hawin Fitriyani; Dedi Andrianto
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6375

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan akhlak peserta didik di tengah perkembangan teknologi dan pengaruh lingkungan sosial yang dapat memengaruhi perilaku remaja. Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual di lingkungan sekolah berbasis pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk akhlak peserta didik di PPTQ Nurul Huda Meli Luwu Utara, serta mengidentifikasi strategi, faktor pendukung, dan hambatan dalam proses pembinaan akhlak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam berperan sebagai Mu’allim, Murabbi, Mursyid, dan Uswatun Hasanah dalam pembentukan akhlak peserta didik. Strategi pembinaan dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, pendekatan persuasif, serta interaksi intens antara guru dan peserta didik. Faktor pendukung berasal dari lingkungan pesantren yang religius dan sistem organisasi santri, sedangkan hambatan utama berasal dari pengaruh media sosial dan keterbatasan pengawasan teknologi. Solusi yang dilakukan berupa penguatan pengawasan, pemberian nasihat secara personal, dan kerja sama dengan orang tua peserta didik. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan akhlak akan lebih efektif apabila didukung oleh keteladanan guru dan lingkungan pendidikan yang religius.