Andre Taulani
Prodi Tadris Bahasa Indonesia, Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno, Bengkulu, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Pembelajaran Kontekstual untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa di MI Plus Ja-Alhaq Kota Bengkulu : Penelitian Arum Putri Lestari; Eza Dwi Lestari; Andre Taulani; Ade Bayu Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) dalam meningkatkan pemahaman siswa di MI Plus Ja-Alhaq Kota Bengkulu. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CTL memberikan dampak positif terhadap proses dan hasil belajar siswa. Pembelajaran menjadi lebih aktif, interaktif, dan bermakna karena siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran melalui diskusi kelompok, penggunaan contoh konkret, serta tugas berbasis pengalaman nyata. Siswa juga mengalami peningkatan pemahaman konsep yang ditunjukkan melalui keaktifan dalam kelas, kemampuan menjelaskan kembali materi, serta peningkatan hasil evaluasi belajar. Namun demikian, terdapat beberapa kendala dalam penerapan CTL, seperti keterbatasan media pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, keterbatasan waktu, serta kurangnya kesiapan sebagian siswa dalam pembelajaran aktif. Meskipun demikian, secara keseluruhan CTL terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di MI Plus Ja-Alhaq Kota Bengkulu.
Optimalisasi Kegiatan Literasi melalui Program Gemar Literasi pada Masyarakat Kota Bengkulu Tresya Amanda; Andre Taulani Sandi; Nyimas Hazell Patika Sari; Triony Minarni; Treeskah Fathanah Hidayah; Tri Hartati
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4860

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan kegiatan literasi melalui Program Gemar Literasi pada masyarakat Kota Bengkulu dengan strategi Asset-Based Community Development (ABCD). Metode yang digunakan mencakup empat tahapan, yaitu discovery (pemetaan aset), dream (penggalian harapan masyarakat), design (perancangan program), dan destiny (pelaksanaan serta penguatan keberlanjutan). Program diwujudkan melalui pembentukan pojok baca, kegiatan membaca bersama, dan pendampingan literasi anak. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat sebesar 90,75% berdasarkan instrumen Societal Impact Index. Program ini juga berhasil meningkatkan partisipasi warga dalam kegiatan literasi serta menumbuhkan minat baca anak-anak. Pendekatan ABCD terbukti efektif dalam mengoptimalkan aset lokal untuk mendukung pengembangan budaya literasi yang berkelanjutan.
Penggunaan Media Cerita Bergambar dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di MI: Kajian Pustaka: Penelitian Riut Suwanti; Sefnisari Candranita; Heny Friantary; Andre Taulani Sandi; Dini Widiyant
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6241

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah (MI) memiliki peran penting dalam mengembangkan kompetensi literasi siswa yang meliputi keterampilan membaca, menulis, berbicara, dan menyimak. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran masih didominasi oleh metode konvensional yang kurang menarik sehingga berdampak pada rendahnya minat dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis penggunaan media cerita bergambar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MI melalui pendekatan kajian pustaka. Metode yang digunakan adalah library research dengan menganalisis berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan dalam rentang tahun 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa media cerita bergambar memiliki efektivitas yang tinggi dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman, memperkaya kosakata, serta mengembangkan keterampilan berbicara dan menulis siswa. Selain itu, media ini juga mampu meningkatkan motivasi belajar serta menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Media cerita bergambar memiliki keunggulan dalam menyajikan materi secara konkret melalui integrasi visual dan teks sehingga memudahkan pemahaman siswa. Implementasi media ini dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MI terbukti mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran secara signifikan. Dengan demikian, media cerita bergambar dapat dijadikan sebagai inovasi pembelajaran yang efektif dalam mendukung pengembangan literasi siswa di era Kurikulum Merdeka.
Phonetic Reality of Plosive Consonants and Fricative Minangkabau Language in Bengkulu City Dina Putri Juni Astuti; Susi Seles; Nelda Sari Siregar; Andre Taulani
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v5i2.1290

Abstract

The Minangkabau language is unique, having 19 consonant phonemes in the vocabulary used in daily communication. The existence of phonemes indirectly affects the meaning and shift of the original sound. This is due to the reduction of consonant phonemes when young Minangkabau speakers tend to absorb the consonant system of Indonesian or their local environmental language, rather than Minangkabau. Thus, this study aims to: 1) describe the phonetic reality of Minangkabau plosive consonants in Bengkulu City and 2) describe the phonetic reality of Minangkabau fricative consonants in Bengkulu City. The research method used is qualitative descriptive. The research data was in the form of native Minang speech in Bengkulu City with 50 samples based on 4 criteria: age > 60 years, 50-60 years, 25-50 years and < 24 years. Data collection techniques are in the form of interviews and recordings as well as documentation. The results of this study were obtained 6 plosive consonant phonemes, namely: p/, /b/, /t/, /d/, /k/, and /g/ and 3 fricative consonant phonemes, namely: phonemes /s/, /h/ and /f/ in the daily speech of the Minangkabau people which have similarities with the structure of the Malay language. The conclusion of this study is that the plosive consonants and fricative consonants of the Minangkabau language have been proven to appear productively in various word positions, with the phonological structure of Minangkabau still functioning consistently in daily speech practice. Illustrating that the Minangkabau community in Bengkulu City still maintains its strong phonological identity and pronunciation system with a relative, stable, conservative and consistent sound system.