Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan, seperti rendahnya keterlibatan siswa, kurangnya keaktifan siswa, dan tidak fokus selama proses pembelajaran. Maka dari itu, diperlukan penerapan model PBL berbantuan video pembelajaran. Model PBL mendorong siswa berpikir kritis dalam memecahkan masalah, sedangkan video pembelajaran membantu menyajikan materi secara lebih menarik dan konkret. Adapun masalah yang dibahas meliputi (1) implementasi model PBL berbantuan video pembelajaran, (2) kendala dan upaya yang dilakukan, (3) implikasinya terhadap keterlibatan siswa pada mata pelajaran matematika kelas tinggi di SDN 11 Sesetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi, kendala dan upaya, serta implikasi penerapan model PBL berbantuan video pembelajaran terhadap keterlibatan siswa. Teori yang digunakan untuk menganalisis masalah adalah teori konstruktivisme dari Jean Piaget, teori humanistik dari Carl Rogers, teori pengalaman dari Edgar Dale. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV B, V B, VI B, guru dan kepala sekolah. Data yang diperoleh dari observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis data diperoleh dari deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) implementasi model PBL berbantuan video dibagi menjadi 3 tahap, yaitu tahap pendahuluan, inti, dan penutup. (2) Kendala yang dihadapi berasal dari siswa dan guru. Kendala siswa, yaitu perbedaan gaya belajar dan kurangnya konsentrasi siswa. Kendala pada guru, yaitu manajemen waktu, pengelolaan kelas, serta fasilitas dan teknis. (3) implikasi model PBL berbantuan video terhadap keterlibatan siswa, yaitu keterlibatan siswa dalam tanya jawab, keterlibatan siswa dalam diskusi, keterlibatan siswa alam presentasi.