Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V di SD N 4 Singakerta Gianyar. Sebagaian siswa mengalami kesulitan memahami isi bacaan, kurang aktif berdiskusi, dan belum berani mengemukakan pendapat. Kondisi tersebut menyebabkan hasil belajar siswa belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Think Pair Share terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V di SD N 4 Singakerta Gianyar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teori pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) yang dikembangkan oleh Frank Lyman dan rekan-rekannya di University of Maryland pada tahun 1981. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (quasi experiment) melalui rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD N 4 Singakerta yang berjumlah 34 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest siswa sebesar 59,71 dengan nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 30. Setelah diterapkan model pembelajaran Think Pair Share (TPS), nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 72,50 dengan nilai tertinggi 95 dan nilai terendah 40. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data pretest dan posttest berdistribusi normal. Hasil uji hipotesis menggunakan paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi (Sig.2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 sehingga ditolak dan diterima. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Think Pair Share berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V di SD N 4 Singakerta Gianyar.