Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk eksklusi sosial dan ketimpangan akses sumber daya pada masyarakat Desa Selika III Kabupaten Kaur serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya kondisi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan masyarakat yang memahami kondisi sosial desa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksklusi sosial pada masyarakat Desa Selika III masih terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, meliputi keterbatasan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, kesempatan kerja, serta partisipasi dalam pengambilan keputusan pembangunan desa. Ketimpangan akses sumber daya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, pendidikan, infrastruktur, dan modal sosial yang dimiliki masyarakat. Dampak yang ditimbulkan meliputi rendahnya tingkat kesejahteraan, terhambatnya mobilitas sosial, meningkatnya kesenjangan sosial, rendahnya partisipasi pembangunan, dan terbatasnya kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi eksklusi sosial meliputi peningkatan akses pendidikan, penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat, pemerataan pembangunan infrastruktur, perluasan akses informasi pembangunan, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan desa. Dengan demikian, pembangunan yang inklusif dan berkeadilan diperlukan untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses sumber daya dan menikmati hasil pembangunan.