Rossi Delta Fitrianah
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksklusi Sosial Dan Ketimpangan Akses Sumber Daya Pada Masyarakat Desa Selika Iii Kabupaten Kaur Ina Putri Listari; Maryam; Rossi Delta Fitrianah; Erna Triani; Saepudin; Vrintika Anisa
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk eksklusi sosial dan ketimpangan akses sumber daya pada masyarakat Desa Selika III Kabupaten Kaur serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya kondisi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan masyarakat yang memahami kondisi sosial desa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksklusi sosial pada masyarakat Desa Selika III masih terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, meliputi keterbatasan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, kesempatan kerja, serta partisipasi dalam pengambilan keputusan pembangunan desa. Ketimpangan akses sumber daya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, pendidikan, infrastruktur, dan modal sosial yang dimiliki masyarakat. Dampak yang ditimbulkan meliputi rendahnya tingkat kesejahteraan, terhambatnya mobilitas sosial, meningkatnya kesenjangan sosial, rendahnya partisipasi pembangunan, dan terbatasnya kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi eksklusi sosial meliputi peningkatan akses pendidikan, penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat, pemerataan pembangunan infrastruktur, perluasan akses informasi pembangunan, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan desa. Dengan demikian, pembangunan yang inklusif dan berkeadilan diperlukan untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses sumber daya dan menikmati hasil pembangunan.
Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Tradisi Tabot pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Aliyah Negeri Rossi Delta Fitrianah
Indonesian Journal of Character Education Studies Vol. 1 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Character Education Studies, 1(2), 2024
Publisher : Academia Edu Cendekia Indonesia (AEDUCIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64420/ijces.v1i2.191

Abstract

Background: Character education is a crucial aspect of shaping students' personalities, particularly by introducing local cultures rich in moral values. The Tabot tradition, which has developed in Bengkulu, is a cultural heritage that embodies noble values and is a valuable source of learning-especially within the Islamic Cultural History (SKI) subject. Objective: This study aims to identify the forms of character education values embedded in the Tabot tradition as taught in the SKI subject at MAN 1 Bengkulu City. Method: This research utilized a case study approach. It was conducted in 2021 at MAN 1 Bengkulu City, involving 11th-grade students as research subjects. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis followed the process of data reduction, data presentation, conclusion drawing, and verification. Data validity was tested using source and time triangulation techniques. Result: The study found that (1) Character values in the Tabot tradition are integrated into the existing curriculum; (2) These values are also embedded through the hidden curriculum; and (3) character values are further reflected in students' extracurricular activities. Conclusion: The Tabot tradition can be an effective learning medium for instilling character education values through formal and non-formal educational pathways in madrasahs. Contribution: This research contributes as a scientific source of information for teachers and education practitioners on integrating local wisdom-based character education values, particularly those found in the Tabot tradition, into the Islamic Cultural History subject in Islamic senior high schools.