Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Maritime Decentralization and Blue Governance within the Framework of Regional Autonomy: A Systematic Literature Review Tri Cahyo Nugroho; Ayunytyah Eka Wardani; Andi Rahmat Nizar Hidayat
Kajian Ilmiah Mahasiswa Administrasi Publik (KIMAP) Vol. 7 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/z7krdr50

Abstract

Maritime decentralization and blue governance have emerged as strategic issues in contemporary marine governance reforms, particularly within the framework of regional autonomy. This article examines the conceptual relationship and evolving literature on maritime decentralization and blue governance using a systematic literature review (SLR) approach. The review process followed PRISMA guidelines and included peer-reviewed publications published between 2019 and 2024. The findings indicate that maritime decentralization has evolved from administrative deconcentration toward substantive devolution and more collaborative polycentric governance models. The effectiveness of decentralization is strongly influenced by multi-level governance configurations, particularly vertical coordination and horizontal cross-actor participation. Meanwhile, blue governance has developed as a normative paradigm emphasizing ecological sustainability, equitable benefit distribution, transparency, and community participation in marine resource management. In the Indonesian context, the implementation of blue governance faces challenges related to regulatory harmonization and subnational institutional capacity following marine authority reforms. The study concludes that maritime decentralization can only achieve its intended outcomes when embedded within an adaptive multi-level governance framework aligned with the principles of blue governance. Keywords: maritime decentralization; blue governance; regional autonomy; multi-level governance; marine governance; systematic literature review
Penguatan Digital Skills Ahli Nautika untuk Pengambilan Keputusan Berbasis Informasi: Literasi Data, Verifikasi Informasi, dan Etika Komunikasi Digital Muhammad Hidayat Lammi; Tri Cahyo Nugroho; Elisabeth Evelin Karuna; Ayunytyah Eka Wardani; Aditya Sulthony Ahmad Khan
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2026): Maret
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i2.9083

Abstract

Kebutuhan pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan pada operasi pelayaran menuntut penguatan digital skills bagi Ahli Nautika, terutama pada aspek literasi data, verifikasi informasi, dan etika komunikasi digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kemampuan Ahli Nautika dalam mengambil keputusan berbasis informasi melalui pembelajaran praktik yang terstruktur. Metode pelaksanaan dilakukan dalam beberapa pertemuan pada Juli–November 2025 di Kampus I Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar dengan memanfaatkan ruang kelas, TV Android, dan smartphone peserta. Peserta berjumlah 22 Ahli Nautika Tingkat III yang dibagi ke dalam dua kelas. Tahapan kegiatan meliputi persiapan (pengumpulan data dan pengenalan aplikasi), sosialisasi materi inti (literasi data, verifikasi informasi, etika komunikasi digital), demonstrasi dan praktik (akses web dan instalasi aplikasi Android), pendampingan intensif hingga peserta mampu menyusun keputusan berdasarkan data dan fakta lapangan, serta penutup melalui diskusi reflektif dan pengumpulan umpan balik. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi langsung terhadap interaksi peserta, dinamika diskusi, kelancaran teknis, serta kemampuan peserta menganalisis data dan mempresentasikan alasan keputusan. Temuan menunjukkan partisipasi peserta berlangsung aktif, praktik olah data dan verifikasi informasi dapat dijalankan dengan baik, dan komunikasi digital peserta menjadi lebih terarah serta profesional. Kegiatan ini berimplikasi pada penguatan tata kelola operasi pelayaran yang lebih akuntabel melalui kebiasaan kerja berbasis informasi, peningkatan ketertiban dokumentasi, serta penguatan etika komunikasi digital dalam koordinasi lintas pihak.