Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode bercerita dalam pengembangan kemampuan berbahasa anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bercerita dilaksanakan secara rutin pada awal maupun akhir pembelajaran dengan menyesuaikan cerita terhadap tema, usia, minat, dan pengalaman anak. Cerita disampaikan melalui buku bergambar, fabel, kisah keagamaan, dan pengalaman sehari-hari. Kegiatan tersebut memberikan kontribusi terhadap pengembangan kosakata, kemampuan menyimak, pemahaman isi cerita, serta keberanian anak dalam menjawab pertanyaan dan berbicara. Pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan media, waktu pembelajaran, perhatian anak yang mudah teralihkan, dan belum meratanya partisipasi anak. Guru mengatasi kendala tersebut melalui penggunaan intonasi dan ekspresi yang variatif, media gambar, pertanyaan penuntun, serta pengaitan cerita dengan pengalaman anak. Dengan demikian, metode bercerita dapat mendukung pengembangan kemampuan berbahasa anak apabila dilaksanakan secara terencana, kreatif, dan interaktif.