Tindakan pembedahan katarak seringkali memicu respons psikologis berupa kecemasan pada pasien. Kecemasan pre operasi yang tidak tertangani dengan baik dapat berdampak pada perubahan hemodinamik dan menghambat kelancaran prosedur operasi. Oleh karena itu, penatalaksanaan kecemasan sangat penting, salah satunya melalui terapi non-farmakologis yang aman, minim efek samping, dan mudah diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas berbagai intervensi terapi non-farmakologis dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi katarak. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menganalisis berbagai studi empiris, kuasi-eksperimen, dan studi kasus terkait asuhan keperawatan non-farmakologis pada pasien pre operasi. Sintesis dari berbagai literatur menunjukkan bahwa terapi non-farmakologis memiliki pengaruh yang bermakna dalam menurunkan kecemasan pasien pre operasi katarak. Beberapa intervensi yang terbukti sangat efektif meliputi mendengarkan audio Murottal Al-Qur'an, teknik Relaksasi Benson, teknik relaksasi napas dalam, guided imagery (imajinasi terbimbing), serta terapi musik klasik (seperti Mozart) yang dikombinasikan dengan teknik genggam jari (finger hold). Terapi-terapi ini memberikan efek relaksasi yang mampu menekan respons stres tubuh. Terapi non-farmakologis sangat efektif dan direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan mandiri untuk mengurangi kecemasan pada pasien pre operasi katarak. Penerapan terapi ini diharapkan dapat diintegrasikan dalam standar pelayanan di ruang bedah untuk meningkatkan kesiapan psikologis pasien.