Hendra Kurnia Pulungan
Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Medan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Media Sosial terhadap Pemahaman Isu Lingkungan Hasna Azizah Ginting; Hafiz Alzuhaily; Nini Asnah; Rindi Yani; Yosefina Tamara Aritonang; Hendra Kurnia Pulungan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38744

Abstract

Media sosial telah menjadi sarana utama masyarakat dalam memperoleh informasi, termasuk mengenai isu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap pemahaman isu lingkungan pada masyarakat dan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai jurnal dan buku terkait penggunaan media sosial dan kesadaran lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan pemahaman masyarakat mengenai isu-isu lingkungan seperti pencemaran, perubahan iklim, pengelolaan sampah, dan pelestarian alam. Platform seperti Instagram, TikTok, dan Twitter terbukti menjadi media efektif dalam penyebaran informasi lingkungan karena sifatnya yang cepat, visual, dan interaktif. Namun, media sosial juga memiliki dampak negatif berupa penyebaran informasi yang tidak valid serta rendahnya literasi digital pengguna sehingga memunculkan fenomena echo chamber dan hoaks lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan literasi digital agar masyarakat mampu memilah informasi lingkungan secara kritis dan bijak.
Bahasa Persuasif dalam Kampanye Lingkungan di Kampus Arini Togatorop; Indah Natalia Br Sitepu; Oktavia Novebri Sibuea; Yesnita Firna Perawati Gultom; Zahra Aini Lubis; Hendra Kurnia Pulungan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38768

Abstract

Kampanye lingkungan di kampus merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi sivitas akademika dalam menjaga kelestarian lingkungan. Bahasa persuasif memegang peran sentral sebagai alat komunikasi yang mampu mengubah sikap dan perilaku sasaran kampanye. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa persuasif dalam kampanye lingkungan di kampus, mencakup jenis-jenis bahasa persuasif yang digunakan, teknik penyampaian pesan, serta efektivitasnya dalam mendorong perubahan perilaku ramah lingkungan di kalangan mahasiswa. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kampanye lingkungan kampus yang efektif memanfaatkan kombinasi teknik persuasif berupa pesan emosional, rasional, dan moral. Slogan, poster, dan konten media sosial menjadi media utama penyampai pesan dengan bahasa yang singkat, padat, dan memotivasi tindakan nyata. Penggunaan bahasa berbasis fear arousal, pay-off appeal, dan bandwagon terbukti meningkatkan keterlibatan mahasiswa. Kesimpulannya, bahasa persuasif yang tepat sasaran, kontekstual, dan kreatif merupakan kunci keberhasilan kampanye lingkungan di kampus dalam membentuk karakter peduli lingkungan.
Literasi Ekologi Mahasiswa di Indonesia Dea Valerina Sirait; Kristalenta Maylani Panjaitan; Nazwa Indira Purnama; Novida Suci Wati Tambunan; Ramauly Maret Lyana Simarmata; Hendra Kurnia Pulungan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38883

Abstract

Literasi ekologi merupakan kompetensi fundamental yang memungkinkan individu memahami prinsip-prinsip ekosistem dan bertindak secara bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka sistematis (systematic literature review) untuk mengkaji konsep, dimensi, dan faktor-faktor yang memengaruhi literasi ekologi mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi ekologi mahasiswa di Indonesia, umumnya berada pada kategori sedang, dengan kesenjangan nyata antara dimensi pengetahuan ekologi, sikap pro-lingkungan, dan perilaku ramah lingkungan. Faktor-faktor yang berpengaruh meliputi kurikulum berbasis lingkungan, pengalaman belajar di alam terbuka, keterlibatan dalam organisasi peduli lingkungan, dan paparan media digital bertema ekologi. Kajian ini merekomendasikan pengintegrasian pendidikan ekologi secara lintas disiplin dalam kurikulum, penguatan program kampus hijau (green campus/Eco Campus), serta perancangan instrumen penilaian literasi ekologi yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal Sumatera.
Peran Diskusi Akademik dalam Meningkatkan Kesadaran Ekologis Juandika Marcelino Sinaga; Najwa Al Dinur; Nice Lestari Ndraha; Dhinda Febriani; Anggria Mesanya Pasaribu; Hendra Kurnia Pulungan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran diskusi akademik dalam meningkatkan kesadaran ekologis mahasiswa, khususnya dalam konteks pendidikan biologi. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap berbagai sumber ilmiah berupa jurnal dan buku. Hasil kajian menunjukkan bahwa diskusi akademik yang terstruktur dan berbasis isu lingkungan terbukti efektif dalam membentuk pemahaman mendalam, sikap kritis, serta perilaku ramah lingkungan pada peserta didik. Diskusi akademik memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi permasalahan ekologi secara kolaboratif, membangun argumen berbasis bukti, serta mengembangkan empati terhadap lingkungan hidup. Temuan literatur juga mengindikasikan bahwa integrasi diskusi akademik dengan pendekatan pedagogi berbasis lingkungan (environmental pedagogy) dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (Education for Sustainable Development/ESD) dapat memperkuat dampak positif tersebut. Dengan demikian, diskusi akademik dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran yang strategis dalam upaya pembentukan generasi yang sadar ekologi dan berkomitmen terhadap kelestarian lingkungan.