Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) terhadap gaya hidup konsumtif remaja perempuan di era digital. Fokus penelitian ini meliputi faktor-faktor yang menyebabkan munculnya perilaku FOMO pada remaja perempuan, pengaruh media sosial terhadap pola konsumsi remaja, serta dampak yang ditimbulkan dari perilaku konsumtif dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena ini semakin sering terjadi karena remaja cenderung ingin mengikuti tren, gaya hidup, dan perkembangan yang sedang populer di lingkungan pertemanan maupun media sosial.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap beberapa remaja perempuan yang aktif menggunakan media sosial. Data yang diperoleh menggambarkan bagaimana media sosial, lingkungan pertemanan, dan perkembangan tren digital memengaruhi pola pikir serta perilaku konsumtif remaja perempuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap munculnya perilaku FOMO pada remaja perempuan. Remaja cenderung merasa takut tertinggal tren apabila tidak mengikuti hal-hal yang sedang viral atau digunakan oleh teman-temannya. Kondisi tersebut membuat sebagian remaja membeli barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan karena ingin mendapatkan pengakuan sosial dan merasa diterima dalam lingkungan pergaulan. Selain itu, remaja juga sering membandingkan dirinya dengan orang lain melalui media sosial sehingga memunculkan rasa minder, cemas, dan kurang percaya diri.Lingkungan pertemanan, perkembangan budaya digital, serta rendahnya kontrol diri menjadi faktor yang memperkuat perilaku FOMO dan gaya hidup konsumtif pada remaja perempuan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dalam penggunaan media sosial secara bijak serta kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan agar remaja tidak mudah terpengaruh oleh tren yang berkembang di era digital.