Meutia Nauly
Psikologi, Universitas Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kematangan Emosi dan Kecenderungan Perilaku Cyberbullying: Studi Pada Mahasiswa di Yogyakarta Gloria Stephani Barus; Malida Fatimah; Meutia Nauly; Filia Dina Anggraeni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kematangan emosi dan kecenderungan perilaku cyberbullying pada mahasiswa di Yogyakarta. Hipotesis yang diajukan adalah adanya hubungan negatif antara kedua variabel tersebut. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 103 mahasiswa dengan rentang usia 18–30 tahun. Data dikumpulkan menggunakan Skala Kematangan Emosi dan Skala Kecenderungan Perilaku Cyberbullying. Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar r = -0,718 dengan nilai signifikansi p < 0,001, yang menandakan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kematangan emosi dan kecenderungan perilaku cyberbullying. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kematangan emosi berkaitan dengan penurunan kecenderungan perilaku cyberbullying. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,51 menunjukkan bahwa kematangan emosi berkontribusi sebesar 51% terhadap variasi kecenderungan perilaku cyberbullying.
Mental Inlander dan Krisis Place Identity: Analisis Fenomenologis terhadap Praktik Ragebait Figur Publik Digital di Medan M Zulfikar Triadi Sucipto; Meutia Nauly; Filia Dina Anggraeni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40002

Abstract

Penelitian kualitatif ini mengkaji fenomena stigmatisasi Kota Medan yang direproduksi secara persisten oleh kreator konten lokal melalui taktik rage-baiting (umpan amarah). Fokus utama kajian ini adalah membongkar dampak destruktif dari paparan narasi toksik tersebut terhadap identitas tempat (place identity), yang secara langsung mematikan modal sosial dan menyuburkan patologi "gengsi memuji" di tengah masyarakat. Melalui pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), data digali dari pengalaman subjektif tiga partisipan yang terdiri dari warga sipil dan penggerak komunitas lokal. Hasil analisis memunculkan tiga tema esensial: (1) Eksploitasi Masalah Urban sebagai Umpan Amarah (Ragebait), (2) Persekusi Minoritas Rasional dan Adiksi Ruang Gema, serta (3) Peluruhan Kebanggaan Ruang dan Suburnya Apatisme Kolektif. Temuan menegaskan bahwa membingkai problem struktural (seperti kriminalitas dan pungli) sebagai aib eksklusif kultural bukanlah bentuk kritik sosial, melainkan manifestasi mental inlander (inferioritas regional) yang dimanipulasi demi algoritma. Praktik perundungan digital (dogpiling) yang diorkestrasikan oleh kreator ini secara sistematis menghancurkan kebanggaan komunal, menciptakan iklim kewarasan yang pesimis, dan membunuh apresiasi organik masyarakat.