Wiwin Yunita
Pendidikan Nonformal, Universitas Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembelajaran Inklusif bagi Warga Binaan Perempuan melalui Program Kesetaraan di Lapas Kelas II B Bengkulu Ari Putra; Wiwin Yunita; Kezia Kasandravati; Dhea Aprifa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39242

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan pendekatan yang menekankan akses pendidikan yang setara bagi semua, dengan lingkungan belajar yang inklusif maka mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kepercayaan diri, serta kesiapan warga binaan perempuan untuk kembali dan beradaptasi di masyarakat. Pendidikan sebagai hak dasar setiap individu, termasuk warga binaan, memiliki peran penting dalam proses pembinaan, pemberdayaan, serta persiapan reintegrasi sosial. Penelitian pada warga binaan Lapas II B ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Proses pembelajaran dilaksanakan secara fleksibel sesuai kondisi lapas dengan pendekatan yang adaptif, terbuka, dan partisipatif. Tutor berperan sebagai fasilitator, motivator, evaluator, dan informator dalam mendukung keberhasilan pembelajaran. Meskipun masih terdapat keterbatasan fasilitas belajar, pelaksanaan pendidikan telah menunjukkan adanya upaya menciptakan lingkungan belajar inklusif melalui pemberian kesempatan belajar yang setara tanpa diskriminasi.
Stages of Community Empowerment Through Vocational Learning in the Micro, Small, and Medium Enterprise (MSME) of Sumber Hayati Batik Besurek Diwo, Kepahiang Regency Citra Lorenza; Citra Dwi Palenti; Wiwin Yunita
International Journal of Innovation and Education Research Vol. 5 No. 1 (2026): International Journal of Innovation and Education Research (IJIER)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/ijier.v5i1.47977

Abstract

This study aims to describe the stages of community empowerment through vocational learning at the Sumber Hayati Batik Besurek Diwo MSME, Kepahiang Regency, with a focus on three main stages: enabling, empowering, and protecting. The research method uses a descriptive qualitative approach, with data collection techniques through observation, interviews and documentation, and data validation using triangulation of sources, time, and techniques to ensure the accuracy of the findings. The results of the study show that the enabling stage is realized through the creation of a comfortable learning atmosphere indicated by the cleanliness of the learning room, the completeness of vocational learning facilities and infrastructure, and a recruitment system for students based on potential and competency certificates. The empowering stage is implemented through the provision of batik vocational learning materials, product marketing training through Instagram, Shopee, and Facebook, and strengthening business cooperation networks that encourage increased skills and self-confidence of students. Furthermore, the protective stage is achieved by implementing SOP regulations within the legal protection system through work agreements, as well as by managing production risks through the processing of rejected batik cloth into accessory products. For economic independence, preservation of the Besurek Diwo batik culture of Kepahiang Regency. Keywords: Batik Besurek Diwo, MSME, Community Empowerment, Vocational Learning