Yulisin Nazra
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Ekolinguistik terhadap Kritik Kerusakan Alam dan Eksploitasi Lingkungan dalam Puisi “Sajak Matahari” Karya W. S. Rendra Difa Hartati; Sabrina Pramesuary Dwi Nanda; Syarafina Harahap; Yulisin Nazra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik kerusakan alam dan eksploitasi lingkungan dalam puisi Sajak Matahari karya W.S. Rendra melalui pendekatan ekolinguistik. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya krisis ekologis yang tidak hanya dipengaruhi oleh tindakan manusia terhadap alam, tetapi juga oleh konstruksi bahasa yang membentuk cara pandang manusia terhadap lingkungan. Puisi sebagai karya sastra dipandang memiliki kemampuan untuk merepresentasikan realitas sosial dan ekologis melalui penggunaan bahasa yang simbolik dan metaforis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap diksi, metafora, simbol, dan representasi relasi manusia dengan alam dalam puisi Sajak Matahari. Data penelitian berupa kutipan-kutipan puisi yang mengandung unsur ekologis dan kritik lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi Sajak Matahari merepresentasikan kritik terhadap eksploitasi alam, ketidakseimbangan hubungan manusia dengan lingkungan, serta dampak keserakahan manusia terhadap keberlangsungan ekosistem. Penggunaan metafora dan simbol ekologis dalam puisi memperlihatkan bagaimana bahasa sastra berfungsi sebagai media kritik sosial sekaligus sarana membangun kesadaran ekologis masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian ekolinguistik dan sastra lingkungan di Indonesia.
Efektivitas Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi SD Negeri 106812 Bandar Khalipah Difa Hartati; Sabrina Pramesuary Dwi Nanda; Syarafina Harahap; Yulisin Nazra; Lili Tansliova; Tri Lande
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran Bahasa Indonesia dalam meningkatkan kemampuan komunikasi anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah inklusi SD Negeri 106812 Bandar Khalipah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kemampuan komunikasi sebagai aspek utama dalam perkembangan akademik dan sosial ABK di lingkungan sekolah inklusi. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai hambatan, seperti keterbatasan metode pembelajaran, kurangnya media yang sesuai, serta perbedaan karakteristik peserta didik yang memengaruhi proses komunikasi di kelas. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran Bahasa Indonesia yang adaptif dan komunikatif agar ABK mampu berinteraksi secara optimal dalam kegiatan belajar.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru serta peserta didik di SD Negeri 106812 Bandar Khalipah. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran mengenai efektivitas pembelajaran yang diterapkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah inklusi cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi ABK. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya keberanian siswa dalam berbicara, kemampuan memahami instruksi, serta interaksi sosial antarsiswa selama proses pembelajaran berlangsung. Penggunaan media visual, pendekatan multisensori, dan komunikasi interpersonal guru menjadi faktor pendukung utama keberhasilan pembelajaran. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas dan kurangnya pendampingan khusus bagi ABK. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih inklusif dan efektif di sekolah dasar inklusi.