Lili Tansliova
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi SD Negeri 106812 Bandar Khalipah Difa Hartati; Sabrina Pramesuary Dwi Nanda; Syarafina Harahap; Yulisin Nazra; Lili Tansliova; Tri Lande
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran Bahasa Indonesia dalam meningkatkan kemampuan komunikasi anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah inklusi SD Negeri 106812 Bandar Khalipah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kemampuan komunikasi sebagai aspek utama dalam perkembangan akademik dan sosial ABK di lingkungan sekolah inklusi. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai hambatan, seperti keterbatasan metode pembelajaran, kurangnya media yang sesuai, serta perbedaan karakteristik peserta didik yang memengaruhi proses komunikasi di kelas. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran Bahasa Indonesia yang adaptif dan komunikatif agar ABK mampu berinteraksi secara optimal dalam kegiatan belajar.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru serta peserta didik di SD Negeri 106812 Bandar Khalipah. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran mengenai efektivitas pembelajaran yang diterapkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah inklusi cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi ABK. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya keberanian siswa dalam berbicara, kemampuan memahami instruksi, serta interaksi sosial antarsiswa selama proses pembelajaran berlangsung. Penggunaan media visual, pendekatan multisensori, dan komunikasi interpersonal guru menjadi faktor pendukung utama keberhasilan pembelajaran. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas dan kurangnya pendampingan khusus bagi ABK. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih inklusif dan efektif di sekolah dasar inklusi.
Tantangan Guru dalam Mengajarkan Kosakata Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pada Siswa Tunarungu Kelas VIII di SLB E Negeri PTP Sumatera Utara Shiwi Sulistyani; Regita Amelia; Hoirina Pulungan; Lili Tansliova
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39472

Abstract

Penelitian ini membahas tantangan guru dalam mengajarkan kosakata mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa tunarungu kelas VIII SLB. Penguasaan kosakata menjadi aspek penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena berkaitan dengan kemampuan memahami, menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Namun, keterbatasan pendengaran yang dialami siswa tunarungu menyebabkan perkembangan bahasa dan penguasaan kosakata mereka berbeda dibandingkan siswa reguler. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai tantangan yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran kosakata pada siswa tunarungu serta upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi beberapa tantangan, seperti perbedaan kemampuan bahasa antar siswa, keterbatasan media pembelajaran, kesulitan siswa memahami kosakata abstrak, serta hambatan komunikasi dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi tantangan tersebut, guru menggunakan media visual, bahasa isyarat, komunikasi total, pengulangan kosakata, serta pendampingan individual agar siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran. Dengan demikian, guru memiliki peran penting dalam menciptakan pembelajaran Bahasa Indonesia yang adaptif, komunikatif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa tunarungu.