Academic burnout is a condition of physical, emotional, and mental exhaustion experienced by students due to high academic demands. This study aimed to describe the condition of academic burnout among students at Dwi Tunggal Senior High School, identify its contributing factors, and examine strategies for addressing it through Islamic Guidance and Counseling. This research employed a descriptive qualitative approach involving guidance and counseling teachers, homeroom teachers, and students who exhibited symptoms of academic burnout, selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source triangulation and technique triangulation. The findings revealed that students experienced academic burnout characterized by learning fatigue, academic exhaustion, decreased concentration, and low learning motivation. Contributing factors included high academic demands, low self-efficacy, limited stress management skills, and inadequate social support. Intervention strategies were implemented through individual counseling, group guidance, and reinforcement of Islamic values. This study concludes that Islamic Guidance and Counseling is effective in reducing academic burnout while simultaneously fostering students' self-resilience and emotional balance. ABSTRAK Academic burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang dialami siswa akibat tingginya tuntutan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi academic burnout pada siswa SMA Dwi Tunggal, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, serta mengkaji strategi penanganannya melalui Bimbingan Konseling Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian yang terdiri atas guru Bimbingan dan Konseling, wali kelas, dan siswa yang menunjukkan gejala academic burnout, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami academic burnout yang ditandai dengan kelelahan belajar, kejenuhan akademik, menurunnya konsentrasi, dan rendahnya motivasi belajar. Faktor penyebabnya meliputi tingginya tuntutan akademik, rendahnya efikasi diri, kurangnya kemampuan manajemen stres, dan minimnya dukungan sosial. Strategi penanganan dilakukan melalui layanan konseling individu, bimbingan kelompok, serta penguatan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Bimbingan Konseling Islam efektif membantu mengurangi academic burnout sekaligus membentuk ketahanan diri dan keseimbangan emosional siswa.