Ilham Maha Putra
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa di SDN No. 060843 Mutia Annisa; Nisaul Husna; Ilham Maha Putra; Zainal Abidin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter disiplin siswa di SDN No. 060843 serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam kepada guru PAI dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai teladan, pembimbing, dan motivator dalam menanamkan disiplin melalui pembiasaan, keteladanan, nasihat, serta pendekatan berbasis kesadaran spiritual (muraqabah). Disiplin ibadah, khususnya shalat, dijadikan sebagai dasar pembentukan karakter disiplin siswa. Kerja sama antara sekolah dan orang tua juga mendukung keberhasilan pembinaan karakter. Pembinaan yang dilakukan secara konsisten memberikan perubahan positif pada perilaku siswa, seperti lebih tepat waktu dan tertib di kelas. Adapun faktor penghambat meliputi kurangnya keterlibatan orang tua, keterbatasan pengawasan guru, pengaruh pergaulan, dan penyalahgunaan teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembentukan karakter disiplin memerlukan keteladanan, pembiasaan, dan kerja sama antara sekolah dan keluarga.
ACADEMIC BURNOUT PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DWI TUNGGAL DAN STRATEGI PENANGANANNYA MELALUI BIMBINGAN KONSELING ISLAM Shifa Alya Nafisa; Patma Aulia; Nisaul Husna; Muhammad Ananda Azhari Pratama Sembiring; Hazral Noval Al-Hilal; Ifroh Ramadhon Siregar; Ilham Maha Putra; Akhir Pardamean Harahap
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.12271

Abstract

Academic burnout is a condition of physical, emotional, and mental exhaustion experienced by students due to high academic demands. This study aimed to describe the condition of academic burnout among students at Dwi Tunggal Senior High School, identify its contributing factors, and examine strategies for addressing it through Islamic Guidance and Counseling. This research employed a descriptive qualitative approach involving guidance and counseling teachers, homeroom teachers, and students who exhibited symptoms of academic burnout, selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source triangulation and technique triangulation. The findings revealed that students experienced academic burnout characterized by learning fatigue, academic exhaustion, decreased concentration, and low learning motivation. Contributing factors included high academic demands, low self-efficacy, limited stress management skills, and inadequate social support. Intervention strategies were implemented through individual counseling, group guidance, and reinforcement of Islamic values. This study concludes that Islamic Guidance and Counseling is effective in reducing academic burnout while simultaneously fostering students' self-resilience and emotional balance. ABSTRAK Academic burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang dialami siswa akibat tingginya tuntutan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi academic burnout pada siswa SMA Dwi Tunggal, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, serta mengkaji strategi penanganannya melalui Bimbingan Konseling Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian yang terdiri atas guru Bimbingan dan Konseling, wali kelas, dan siswa yang menunjukkan gejala academic burnout, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami academic burnout yang ditandai dengan kelelahan belajar, kejenuhan akademik, menurunnya konsentrasi, dan rendahnya motivasi belajar. Faktor penyebabnya meliputi tingginya tuntutan akademik, rendahnya efikasi diri, kurangnya kemampuan manajemen stres, dan minimnya dukungan sosial. Strategi penanganan dilakukan melalui layanan konseling individu, bimbingan kelompok, serta penguatan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Bimbingan Konseling Islam efektif membantu mengurangi academic burnout sekaligus membentuk ketahanan diri dan keseimbangan emosional siswa.