Supriadi Hamid
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Asbab Al-Nuzul dalam Menghindari Kesalahan Interpretasi Ayat Al-Qur’an Mappaseleng Mappaseleng; Aisyah Putri Ashari; Supriadi Hamid; Amir Hamzah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39773

Abstract

Asbāb al-nuzūl merupakan salah satu instrumen penting dalam kajian tafsir Al-Qur'an yang berfungsi menjelaskan latar belakang turunnya ayat. Pemahaman terhadap sebab-sebab turunnya ayat membantu mufasir dalam memahami makna ayat secara tepat sehingga terhindar dari kesalahan interpretasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran asbāb al-nuzūl dalam menghindari kesalahan penafsiran ayat Al-Qur'an. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Sumber data diperoleh dari kitab-kitab tafsir, ulum al-Qur'an, serta jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asbāb al-nuzūl berperan dalam menjelaskan konteks historis ayat, menentukan cakupan makna, menghindari pemahaman yang parsial, serta membantu penerapan nilai-nilai Al-Qur'an secara kontekstual. Oleh karena itu, pemahaman terhadap asbāb al-nuzūl menjadi salah satu syarat penting dalam penafsiran Al-Qur'an agar tidak terjadi penyimpangan makna.
Relevansi Konsep Sakinah dalam Al-Qur'an terhadap Kesehatan Mental Generasi Z: Perspektif Nuzulul Qur'an dalam Merespons Krisis Eksistensial Kontemporer Rifki Asfarina Fillah; Muh Matori Ali Akbar; Supriadi Hamid; Amir Hamzah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40309

Abstract

Generasi Z yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 menghadapi berbagai bentuk krisis eksistensial di era kontemporer, meliputi krisis identitas digital, quarter life crisis, kecemasan akibat FOMO (Fear of Missing Out), doomscrolling, eco-anxiety, krisis makna hidup, tekanan ekonomi, serta gamophobia. Kondisi ini dipicu oleh pesatnya perkembangan teknologi digital dan dominasi media sosial yang berdampak signifikan terhadap kesehatan mental mereka. Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk-bentuk krisis eksistensial Generasi Z serta relevansi konsep sakinah dalam Al-Qur'an sebagai solusi berbasis nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik, mengacu pada tafsir Al-Muyassar, Al-Kabir, Al-Azhar, dan Al-Mishbah. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep sakinah sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Fath ayat 4 merupakan anugerah ketenangan jiwa dari Allah SWT yang diturunkan ke dalam hati orang-orang beriman. Dalam perspektif Nuzulul Qur'an, nilai-nilai sakinah terbukti relevan sebagai respons terhadap krisis psikospiritual Generasi Z melalui penguatan taqarrub ilallah, pengamalan tawakkal dan sabar, pemupukan rasa syukur, penjagaan keseimbangan hidup, serta pengelolaan konsumsi konten digital secara bijak. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian Al-Qur'an dan kesehatan mental, sekaligus menawarkan pendekatan integratif berbasis Islam sebagai alternatif dalam menangani tantangan psikologis generasi muda di era modern.
The Pengukuran Kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia Menggunakan Metode Islamicity Performance Indeks (IPI) Sri Wulandari; Ismawati Ismawati; Supriadi Hamid; Ambo Asse; Samsul Arifai
IQTISADIE: Journal of Islamic Banking and Shariah Economy Vol. 6 No. 02 (2026): September 2026
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah Institut Al-Fithrah (IAF) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/iqtisadie.v6i02.1455

Abstract

This study aims to compare the performance of Islamic commercial banks in Indonesia using conventional indicators and the Islamicity Performance Index (IPI), while also assessing the comprehensiveness of the IPI in representing financial, social, and Sharia compliance dimensions. A descriptive quantitative approach was employed using secondary data from the annual reports of six Islamic commercial banks for the 2019–2023 period. Conventional performance was measured through Return on Assets (ROA) and Return on Equity (ROE), while Sharia performance was evaluated using the Profit Sharing Ratio, Zakat Performance Ratio, Equitable Distribution Ratio, Directors–Employees Welfare Ratio, Islamic Investment versus Non-Islamic Investment, and Islamic Income versus Non-Islamic Income. The findings show that Bank BTPN Syariah recorded the highest profitability based on ROA and ROE, whereas Bank Syariah Indonesia achieved the highest IPI score of 59 in 2023. Most banks were classified as fairly good, while Bank KB Bukopin Syariah declined to the poor category in 2023. Halal investment and income indicators showed very strong results, but zakat distribution, qard, dividends, and profit distribution remained suboptimal. The study concludes that high profitability does not necessarily reflect stronger Sharia performance; therefore, conventional indicators and the IPI should be used jointly to obtain a more comprehensive assessment of Islamic bank performance.