Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Inovasi Pelayanan Publik Seblak Pedes Berbasis E-Government di Kantor Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang Ria Fauziah; Dewi Fitrotus Sa’diyah; Yuni Lestari; Dian Arlupi Utami; Nabila Septia Rosa
Policy and Maritime Review VOLUME 5 NO 1
Publisher : Faculty of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/pmr.v5i1.92

Abstract

Public service innovation is a step toward improving the quality of services provided to the public. This study aims to analyze the implementation of the e-government based Seblak Pedes public service innovation at the Ngoro Subdistrict Office in Jombang Regency. The background for this study is the discrepancy between the objectives of the Seblak Pedes innovation and the reality on the ground. This study employs a qualitative approach using a descriptive method. In its implementation, the study draws upon e-government theory grounded in the key elements of successful e-government development, as identified by the Harvard JFK School of Government. This theory encompasses three main elements: Support, Capacity, and Value. Data were collected through interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the implementation of the Seblak Pedes public service innovation has not yet been optimal. Regarding the Support element, outreach was conducted only during the Seblak Pedes launch and was directed solely at village officials rather than the general public, and was subsequently carried out only through social media. Regarding the Capacity element, the availability of forms remains limited, and there is a shortage of human resources. Regarding the Value element, some members of the public still do not fully perceive the benefits of the Seblak Pedes innovation.
EFEKTIVITAS PENERAPAN APLIKASI SIKS-NG UNTUK PENDATAAN BANTUAN SOSIAL BERDASARKAN DTSEN DI DINAS SOSIAL KOTA PASURUAN Silfiana Safitri; Dewi Fitrotus Sa’diyah
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik memiliki tanggung jawab memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Di tengah tuntutan tata kelola yang semakin modern, pemanfaatan e-government memungkinkan integrasi lintas serta sinkronisasi data secara real time untuk meminimalkan duplikasi dan kesalahan sasaran. Penerapan aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial–Next Generation (SIKS-NG) yang dikembangkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia hadir sebagai instrumen utama dalam pengelolaan bantuan sosial berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas implementasi SIKS-NG, mengidentifikasi kendala, serta mengkaji dampak kebijakan sentralisasi akses terhadap ketepatan sasaran bantuan sosial di Dinas Sosial Kota Pasuruan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan analisis yang merujuk pada teori Indrajit (2016) melalui tiga elemen utama, yaitu support, capacity, dan value. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta diuji dengan triangulasi untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIKS-NG telah berjalan cukup efektif dan mampu memperkuat tata kelola data kesejahteraan sosial secara lebih terstruktur dan terdokumentasi. Dukungan kebijakan dan komitmen pimpinan menjadi fondasi penting dalam implementasi sistem ini. Kebijakan sentralisasi akses yang diterapkan sebagai upaya pengendalian justru memunculkan konsekuensi berupa meningkatnya beban administratif yang tinggi bagi operator dinas, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, serta perlambatan proses pelayanan. Meskipun infrastruktur teknologi relatif memadai dan sistem memberikan nilai administratif berupa peningkatan keteraturan, transparansi, dan kemudahan monitoring, nilai publik seperti kemudahan akses, percepatan layanan, dan ketepatan sasaran masih memerlukan penguatan. Untuk itu, diperlukan penguatan kapasitas SDM, optimalisasi koordinasi, serta strategi desentralisasi terkontrol agar implementasi SIKS-NG lebih berkelanjutan.