Maharani Eka
Universitas Negeri Gorontalo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keterkaitan Antara Growth Mindset dan Literasi AI pada Mahasiswa Yang Aktif di Perguruan Tinggi Maharani Eka; Fadhilah Ahmad Qaniah; Sri Wahyuni M Polinggapo; Azmi Fauziah F. Lambause; Faizulhaq H. Rahman
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 7 No 1 (2026): Volume 7 Nomor 1: Mei 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v7i1.4756

Abstract

Perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) di era digital menuntut mahasiswa untuk memiliki literasi AI yang memadai agar dapat memahami, menggunakan, dan mengevaluasi AI secara kritis serta etis. Salah satu faktor psikologis yang diasumsikan berperan dalam pembentukan literasi AI adalah growth mindset. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara growth mindset dan literasi AI pada mahasiswa yang aktif mengikuti proses belajar mengajar di perguruan tinggi di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional non-eksperimental dan cross-sectional. Partisipan berjumlah 112 mahasiswa aktif yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman's Rank-Order dan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara growth mindset dan literasi AI (r = 0,502; p < 0,01) Growth mindset berkorelasi positif dengan seluruh tujuh dimensi literasi AI, dengan korelasi tertinggi pada dimensi berpikir kritis (r = 0,473), diikuti keterampilan kognitif, moralitas, keterampilan aplikasi, perceived usefulness, dan perceived ease of use. Analisis regresi menunjukkan bahwa growth mindset memberikan kontribusi sebesar 29,1% terhadap literasi AI (R² = 0,291; p < 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa growth mindset berperan penting dalam membentuk kesiapan kognitif, sikap etis, dan perilaku mahasiswa dalam memahami serta memanfaatkan teknologi AI secara kritis dan bertanggung jawab. Kata Kunci: growth mindset, literasi AI, mahasiswa aktif, Abstract The development of artificial intelligence (AI) technology in the digital era requires students to have AI literacy that is capable of understanding, using, and listening to AI critically and ethically. One of the psychological factors that begins in the formation of AI literacy is growth mindset. This study aims to examine the relationship between growth mindset and AI literacy in students who actively participate in the teaching and learning process at universities in Indonesia. The study used a quantitative approach with a non-experimental correlational and cross-sectional design. Participants were 112 active students selected through convenience sampling techniques. Data analysis was carried out using Spearman's Rank-Order correlation test and linear regression. The results showed a significant positive relationship between growth mindset and AI literacy (r = 0.502; p < 0.01). Growth mindset collected positive with all seven dimensions of AI literacy, with the highest correlation in the critical thinking dimension (r = 0.473), followed by cognitive skills, morality, application skills, perceived usefulness, and perceived ease of use. Regression analysis showed that growth mindset contributed 29.1% to AI literacy (R² = 0.291; p < 0.001). This finding confirms that growth mindset plays a crucial role in shaping students' cognitive readiness, ethical attitudes, and behaviors in understanding and utilizing AI technology critically and responsibly. Keywords: growth mindset, AI literations, active college student
AI LITERACY AND RISK TOLERANCE AMONG UNIVERSITY STUDENTS Dwi Fitra Arreski; Fadhilah Ahmad Qaniah; Maharani Eka
IDEI: Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol 7 No 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : Insan Doktor Ekonomi Indonesia (IDEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38076/y0myhg56

Abstract

This study investigated the relationship between artificial intelligence (AI) literacy and risk tolerance among Indonesian university students. As generative AI tools became deeply embedded in students' academic and personal decision-making, understanding how different dimensions of AI literacy related to risk-taking dispositions became increasingly important. A correlational quantitative design was employed, involving 156 university students recruited through purposive sampling. AI literacy was measured using the seven-dimensional AI Literacy Scale developed by Nong et al. (2024), comprising application ability, morality, critical thinking, self-efficacy, cognitive ability, perceived ease of use, and perceived usefulness. Risk tolerance was assessed using the Financial Risk Tolerance Scale developed by Grable and Lytton (1999). Spearman's rho correlation analysis was used to examine the relationship between variables. The results revealed that only the perceived ease of use dimension was significantly and negatively correlated with risk tolerance (r = -0.326, p < 0.01), whereas the other six dimensions of AI literacy showed no significant correlation. These findings indicated that students who perceived AI tools as easier to use tended to display lower risk tolerance, suggesting that effortless interaction with AI may foster cognitive comfort that reduces willingness to engage with uncertainty. The study contributed to the AI literacy literature by demonstrating dimension-specific associations between AI literacy and a key psychological disposition. Penelitian ini menyelidiki hubungan antara literasi kecerdasan buatan (AI) dan toleransi risiko pada mahasiswa di Indonesia. Seiring dengan semakin tertanamnya alat AI generatif dalam pengambilan keputusan akademik dan personal mahasiswa, pemahaman tentang bagaimana berbagai dimensi literasi AI berkaitan dengan disposisi pengambilan risiko menjadi semakin penting. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan melibatkan 156 mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling. Literasi AI diukur menggunakan AI Literacy Scale tujuh dimensi yang dikembangkan oleh Nong et al. (2024), terdiri dari application ability, morality, critical thinking, self-efficacy, cognitive ability, perceived ease of use, dan perceived usefulness. Toleransi risiko diukur menggunakan Financial Risk Tolerance Scale yang dikembangkan oleh Grable dan Lytton (1999). Analisis korelasi Spearman digunakan untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya dimensi perceived ease of use yang berkorelasi negatif signifikan dengan toleransi risiko (r = -0,234, p < 0,01), sedangkan enam dimensi literasi AI lainnya tidak berkorelasi signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa yang merasa alat AI lebih mudah digunakan cenderung memiliki toleransi risiko yang lebih rendah, menunjukkan bahwa interaksi yang mudah dengan AI dapat menumbuhkan kenyamanan kognitif yang menurunkan kesediaan menghadapi ketidakpastian.