Siti Zahra Mulianti Natsir
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kualitas Butir Soal Tes Literasi Sains Materi Listrik Dinamis untuk Mahasiswa PGSD Siti Zahra Mulianti Natsir
GENIUS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2026): GENIUS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/gjipp.v4i1.369

Abstract

This study was motivated by the limited availability of scientifically validated science literacy assessment instruments, particularly on dynamic electricity material for pre-service elementary school teachers. Science literacy is an essential competency that prospective elementary school teachers must possess to understand scientific concepts and apply them in 21st-century learning. Instruments with low validity and reliability may lead to inaccurate measurement results; therefore, it is necessary to develop assessment instruments that meet good instrument criteria. This study aimed to analyze the quality of a science literacy test instrument in terms of validity, reliability, difficulty level, and discriminating power. The study employed a quantitative approach with a descriptive evaluative research design. The participants consisted of 40 students from the Elementary School Teacher Education Program. The research instrument comprised 25 multiple-choice items developed based on the PISA Science Framework 2025. Data were collected through instrument testing and analyzed using IBM SPSS Statistics. Expert validation results from two validators showed an average score of 4.42, categorized as very valid. The empirical validity test using Corrected Item-Total Correlation (CITC) indicated that 23 out of 25 items were valid, while two items were invalid. The reliability test yielded a Cronbach’s Alpha value of 0.971, indicating very high reliability. The difficulty level analysis showed that most items were in the moderate category, while the discriminating power analysis demonstrated that most items effectively distinguished between high- and low-ability students. This study contributes by providing a valid and reliable science literacy assessment instrument that can be used to evaluate science learning in elementary school teacher education programs.
Edukasi Berbasis Literasi Sains dalam Membentuk Kebiasaan Konsumsi Makanan Bergizi pada Generasi Alpha Siti Zahra Mulianti Natsir; Erma Suryani Sahabuddin; Hardiyanti Hatibu; Sitti Hajar; Rifhani Handayani L.
LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/lestari.v4i1.3364

Abstract

Kebiasaan konsumsi makanan tidak sehat pada anak sekolah dasar menjadi salah satu permasalahan yang meningkat pada era Generasi Alpha. Paparan media digital dan tingginya konsumsi makanan instan menyebabkan siswa lebih tertarik mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak dibandingkan makanan bergizi seimbang. Hasil observasi awal di UPT SPF SD Negeri Layang III Kota Makassar menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih memiliki kecenderungan mengonsumsi jajanan instan dan minuman manis tanpa mempertimbangkan kandungan gizi maupun dampaknya terhadap kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan membangun kebiasaan konsumsi makanan bergizi berbasis literasi sains pada siswa sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan pada siswa kelas IV dan V dengan jumlah peserta sebanyak 35 siswa. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, tanya jawab, dan diskusi menggunakan media visual berupa poster dan gambar makanan sehat. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test berbasis framework literasi sains PISA 2025 yang mencakup domain kompetensi sains, pengetahuan sains, environmental science, dan identitas sains. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata siswa dari 59,7 menjadi 85,7. Kegiatan ini efektif meningkatkan literasi sains siswa terkait konsumsi makanan bergizi dan perilaku hidup sehat. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi sains siswa dalam memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi serta mendukung pembentukan kebiasaan hidup sehat pada Generasi Alpha di sekolah dasar.
Penguatan Perilaku Hemat Energi Listrik melalui Pendekatan Literasi Sains bagi Generasi Alpha di Sekolah Dasar Siti Zahra Mulianti Natsir; Dirga Kaso Sanusi; Ahmad Zuhudy Bahtiar
LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/lestari.v4i1.3412

Abstract

Penggunaan energi listrik yang kurang bijak pada siswa sekolah dasar menjadi salah satu permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian sejak dini. Rendahnya kesadaran mengenai perilaku hemat energi dan penggunaan listrik yang aman dapat menyebabkan pemborosan energi serta meningkatkan risiko bahaya kelistrikan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi sains siswa melalui edukasi hemat energi listrik bagi Generasi Alpha di SD Negeri Baraya 1 Kota Makassar. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 27 April 2026 dengan sasaran siswa kelas V yang berjumlah 35 orang, terdiri atas 20 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki. Metode pelaksanaan menggunakan ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi, dan media visual berbasis literasi sains yang mengacu pada domain PISA 2025, yaitu kompetensi sains, pengetahuan sains, environmental science, dan identitas sains. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi selama kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan siswa tentang hemat energi listrik dari 56 menjadi 88, pengetahuan penggunaan listrik yang aman dari 52 menjadi 86, kebiasaan mematikan alat listrik saat tidak digunakan dari 58 menjadi 87, kebiasaan menggunakan listrik secara aman dari 60 menjadi 89, serta kesadaran hubungan penggunaan listrik dan lingkungan dari 50 menjadi 84. Selain itu, tingkat partisipasi siswa selama kegiatan mencapai 94% dan antusiasme siswa sebesar 97%. Program ini berkontribusi dalam meningkatkan literasi sains siswa terkait penggunaan energi listrik secara hemat, aman, dan ramah lingkungan serta mendukung pembentukan perilaku hidup berkelanjutan pada Generasi Alpha di sekolah dasar.