Kebiasaan konsumsi makanan tidak sehat pada anak sekolah dasar menjadi salah satu permasalahan yang meningkat pada era Generasi Alpha. Paparan media digital dan tingginya konsumsi makanan instan menyebabkan siswa lebih tertarik mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak dibandingkan makanan bergizi seimbang. Hasil observasi awal di UPT SPF SD Negeri Layang III Kota Makassar menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih memiliki kecenderungan mengonsumsi jajanan instan dan minuman manis tanpa mempertimbangkan kandungan gizi maupun dampaknya terhadap kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan membangun kebiasaan konsumsi makanan bergizi berbasis literasi sains pada siswa sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan pada siswa kelas IV dan V dengan jumlah peserta sebanyak 35 siswa. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, tanya jawab, dan diskusi menggunakan media visual berupa poster dan gambar makanan sehat. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test berbasis framework literasi sains PISA 2025 yang mencakup domain kompetensi sains, pengetahuan sains, environmental science, dan identitas sains. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata siswa dari 59,7 menjadi 85,7. Kegiatan ini efektif meningkatkan literasi sains siswa terkait konsumsi makanan bergizi dan perilaku hidup sehat. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi sains siswa dalam memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi serta mendukung pembentukan kebiasaan hidup sehat pada Generasi Alpha di sekolah dasar.
Copyrights © 2026