Perawatan tanaman tebu secara manual menjadi kendala utama yang dihadapi petani di Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Keterbatasan mekanisasi mengakibatkan tingginya biaya operasional, waktu kerja yang panjang, dan kelelahan fisik yang menurunkan produktivitas usaha tani. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi perawatan tanaman tebu melalui penerapan teknologi Smart Cultivator berbasis mesin bensin 7 PK yang dilengkapi pisau cultivator multifungsi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2026 di lahan demonstrasi seluas 5 hektar bersama 25 petani anggota Kelompok Tani Guyub Rukun. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, persiapan alat, pelatihan, demonstrasi lapangan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan petani dari 42,9 menjadi 78,0 (peningkatan 81,8%). Efisiensi waktu perawatan meningkat sebesar 45,5%, dari 22 HOK menjadi 12 HOK per hektar, sementara biaya perawatan berkurang 33,3% dari Rp2.640.000 menjadi Rp1.760.000 per hektar. Tingkat kelelahan kerja turun 37,2% berdasarkan skala persepsi subjektif petani. Tingkat kepuasan mitra mencapai rata-rata 4,53 dari skala 5, menunjukkan penerimaan yang sangat baik terhadap teknologi yang diterapkan. Program ini memberikan kontribusi nyata terhadap SDGs 1, 8, dan 17 melalui peningkatan pendapatan petani, pekerjaan yang lebih layak, dan penguatan kemitraan institusi