Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kinerja guru Bimbingan dan Konseling (BK), strategi yang diimplementasikan, serta faktor faktor pendukung dan penghambat dalam upaya meningkatkan kedisiplinan siswa di SMP Negeri 1 Tondano. Fenomena penurunan kedisiplinan menjadi isu krusial yang menuntut intervensi sistematis dari guru BK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi teknik yang meliputi observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi dengan informan yang terdiri dari guru BK, kepala sekolah, guru mata pelajaran, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru BK dinilai efektif dan proaktif, yang ditandai dengan adanya perencanaan program berbasis data (evaluasi pelanggaran dan asesmen kebutuhan siswa) serta implementasi peran preventif, pengembangan, dan kuratif. Strategi yang paling efektif adalah layanan konseling individual dengan pendekatan humanis yang non-judgmental, didukung oleh bimbingan klasikal dan kolaborasi sinergis dengan orang tua dan guru. Faktor pendukung utama keberhasilan program adalah dukungan penuh dari pimpinan sekolah dan kolaborasi yang baik antar guru. Sementara itu, faktor penghambat yang paling signifikan adalah rasio jumlah guru BK dan siswa yang tidak ideal (1:864) yang menyebabkan beban kerja berlebih, serta masih adanya stigma negatif terhadap peran BK di kalangan siswa.