Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Integrasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam dan Pancasila Dalam Pembentukan Karakter Kewarganegaraan Siswa Ana Amelia; Syamzaimar
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i3.2608

Abstract

This study aims to analyze the integration of Islamic educational values and Pancasila values in shaping students’ civic character amid the challenges of globalization that increasingly affect the morality and behavior of the younger generation. Islamic education plays an important role in instilling moral and spiritual values, while Pancasila serves as the foundation for national identity and citizenship values. The integration of these two value systems is expected to create students who possess strong religious principles, social responsibility, and national awareness. This research employed a qualitative approach using a library research method. Data were collected through the analysis of various relevant scientific sources, including books, academic journals, research articles, and previous studies related to Islamic education, Pancasila, character education, and civic education. The collected data were analyzed descriptively in order to obtain a comprehensive understanding of the research topic and identify the relationship between religious values and national values in students’ character development. The findings of this study indicate that Islamic educational values and Pancasila values share several common principles, such as honesty, responsibility, tolerance, justice, discipline, and mutual respect. The integration of these values can be implemented through classroom learning, teacher role modeling, habituation activities, and the creation of a supportive educational environment. However, several challenges remain, including limited curriculum integration, social environmental influences, and technological developments affecting students’ character formation. In conclusion, the integration of Islamic educational values and Pancasila values plays an important role in developing religious, responsible, and nationally minded students within modern educational environments today.
Pendidikan Kewarganegaraan sebagai instrumen Polarisasi sosial berbasis Religius Zahratul Aini; Syamzaimar
CAKRAWALA: Journal of Citizenship Teaching and Learning Vol 4 No 1 (2026): Juni
Publisher : Academic Solution Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70489/erxbgq63

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) secara teoretis berfungsi sebagai perekat integrasi nasional, namun di tengah meningkatnya politik identitas, terdapat kekhawatiran bahwa PKn justru bertransformasi menjadi instrumen yang memperlebar jarak sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana interpretasi nilai-nilai kewarganegaraan yang bersinggungan dengan sentimen religius dapat memicu polarisasi di masyarakat multikultural. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis wacana kritis terhadap materi ajar serta literatur kebijakan pendidikan terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infiltrasi tafsir keagamaan yang eksklusif ke dalam kurikulum PKn menciptakan dikotomi antara identitas kebangsaan dan identitas religius, yang pada gilirannya mengonsolidasi kelompok-kelompok sosial ke dalam kutub yang saling berhadapan. Penggunaan narasi "warga negara ideal" yang hanya berbasis pada satu perspektif dogma tertentu terbukti melemahkan kohesi sosial siswa di lingkungan pendidikan. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa tanpa adanya redesain kurikulum yang menekankan pada literasi lintas agama dan netralitas pendidik, PKn berisiko menjadi alat segregasi ideologis. Diperlukan penguatan nilai-nilai kewargaan yang inklusif untuk memitigasi dampak polarisasi sosial agar tujuan awal integrasi nasional tetap terjaga.
Partisipasi Politik Mahasiswa Dalam Perspektif Islam di Era Digital Maulana Husen; Syamzaimar
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 4 No 3 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v4i3.901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk dan dinamika partisipasi politik mahasiswa di era digital dengan meninjau prinsip-prinsip etika politik Islam. Di tengah pesatnya arus informasi di media sosial, mahasiswa menempati posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu mengawasi kebijakan publik melalui platform digital. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi pustaka dengan pendekatan normatif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam, partisipasi politik bukan sekadar hak sipil, melainkan bagian dari implementasi kewajiban amar ma’ruf nahi munkar. Mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk menyuarakan keadilan, namun tetap berpijak pada nilai-nilai kejujuran (shiddiq), tanggung jawab (amanah), dan penyampaian informasi yang santun (tabligh) guna menghindari penyebaran hoaks dan polarisasi identitas. Digitalisasi memberikan ruang luas bagi aktivisme mahasiswa, namun tantangan berupa algoritma media sosial, ruang gema, dan pengawasan digital memerlukan literasi politik yang berbasis pada nilai-nilai spiritual. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa partisipasi politik mahasiswa di era digital harus menjadi sarana ijtihad kontemporer untuk mewujudkan kemaslahatan umat di ruang publik virtual, yang dikonseptualisasikan dalam kerangka etis “Digital Taqwa”.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA DAN PKN DALAM MEMBANGUN KESADARAN TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA Tongku Hasonangan; Syamzaimar
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol 2. No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i2.2507

Abstract

Pendidikan memiliki peran yang strategis dan tak tergantikan dalam membentuk individu yang toleran, berpikiran terbuka, dan mampu hidup secara harmonis dalam masyarakat yang majemuk. Dalam konteks bangsa yang pluralistik seperti Indonesia — yang menaungi ratusan kelompok etnis, lebih dari 700 bahasa daerah, dan enam agama yang diakui secara resmi oleh negara — menumbuhkan toleransi antar umat beragama bukan sekadar tujuan pendidikan, melainkan sebuah keharusan nasional. Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) merupakan dua pilar penting yang saling melengkapi dalam upaya tersebut. Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi untuk memperkuat keimanan dan praktik ibadah, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai universal seperti kasih sayang (rahmah), saling menghormati (ihtiram), keadilan ('adalah), dan etika hidup berdampingan secara damai (tasamuh) di antara berbagai komunitas agama. Fondasi ini berpijak pada konsep Islam rahmatan lil 'alamin — rahmat bagi seluruh alam — yang memberikan landasan teologis yang kuat bagi pembentukan karakter toleran dan inklusif. Bersamaan dengan itu, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) menekankan nilai-nilai kebangsaan, prinsip demokrasi, hak asasi manusia, dan penghormatan mendalam terhadap keberagaman sebagai unsur konstitutif dari identitas kewarganegaraan dan konstitusional Indonesia. Melalui integrasi sistematis nilai-nilai tersebut dalam proses pembelajaran — khususnya melalui pedagogik yang dialogis, reflektif, berbasis proyek, dan pengalaman nyata — peserta didik diharapkan dapat mengembangkan sikap inklusif yang autentik, menghargai dan merayakan perbedaan, serta secara aktif menolak segala bentuk diskriminasi, prasangka, dan intoleransi. Penelitian ini, dengan menggunakan metodologi tinjauan literatur sistematis, mengidentifikasi tiga model integrasi PAI-PKn yang efektif: (1) Pembelajaran Tematik Lintas Pelajaran, (2) Proyek Sosial Kolaboratif, dan (3) Refleksi Teologis-Kewarganegaraan. Temuan penelitian menegaskan bahwa sinergi antara pendidikan agama dan Pendidikan Kewarganegaraan bersifat fundamental dalam membangun kesadaran toleransi yang berkelanjutan dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik.