Chepiq Aziz
Politeknik Haji Anwar Sanusi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELATIHAN STRATEGI KOMUNIKASI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KAPASITAS PEMASARAN MASYARAKAT DESA WISATA SARINAGEN KABUPATEN BANDUNG BARAT Aditia Esthy Kurniawati; Ratu Anna Lesmi Kencana; Risma Solehah; Ayi Haedar Saputra; Chepiq Aziz; Dwi Nurina Pitasari
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/rp58w497

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kapasitas pemasaran digital masyarakat desa wisata dalam memanfaatkan teknologi komunikasi untuk meningkatkan nilai ekonomi lokal. Desa Wisata Sarinagen di Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi wisata alam yang cukup besar, namun belum dioptimalkan melalui strategi promosi digital yang efektif. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola komunikasi pemasaran berbasis digital melalui pelatihan strategi promosi barang dan jasa. Mitra dalam kegiatan ini adalah masyarakat dan pelaku usaha lokal Desa Wisata Sarinagen yang terlibat dalam pengelolaan wisata dan produk turunan. Metode yang digunakan berupa pelatihan partisipatif, praktik langsung penggunaan media digital seperti WhatsApp Business dan media sosial, serta pendampingan dalam penyusunan konten promosi berbasis segmentasi pasar dan pendekatan gain dan pain. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dalam menyusun strategi komunikasi digital, kemampuan membuat konten promosi, serta optimalisasi penggunaan platform digital untuk meningkatkan interaksi dengan pelanggan dan potensi penjualan. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan komunikasi digital yang lebih strategis. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi penting sebagai upaya berkelanjutan dalam pengembangan desa wisata berbasis teknologi komunikasi.