Agrine Vira Millenia
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Bimbingan Klasikal berbasis Skala Kebutuhan Peserta Didik Kelas X SMA ITP Surabaya Mudhar Mudhar; Ana Musdalifah; Natasya Merdika; Agrine Vira Millenia; Laily Dzihni Kharisma; Fuadah Dzakiyah; Rahmad Fardiamsyah
Jurnal Simki Postgraduate Vol 5 No 1 (2026): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jspg.v5i1.1644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis kebutuhan peserta didik kelas X di SMA ITP Surabaya terhadap layanan bimbingan klasikal sebagai dasar penyusunan program bimbingan dan konseling yang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel 123 siswa kelas X yang dipilih dengan teknik non-probability sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen Skala Kebutuhan Peserta Didik (SKPD) yang terdiri dari 22 butir pernyataan mencakup empat bidang bimbingan, yaitu pribadi, belajar, sosial, dan karier. Instrumen telah memenuhi uji validitas dengan nilai signifikansi 0,00–0,05 dan uji reliabilitas dengan koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,850 dengan kategori baik. Analisis data dengan teknik persentase untuk memetakan tingkat kebutuhan peserta didik pada masing-masing bidang secara rinci. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan peserta didik berada pada kategori sangat tinggi di seluruh bidang bimbingan. Pada bidang pribadi, rata-rata kebutuhan mencapai 97% dengan penekanan pada kedisiplinan dan pemahaman norma sosial. Bidang belajar juga menunjukkan angka 97%, dengan kebutuhan utama pada peningkatan motivasi, minat belajar, serta strategi belajar efektif. Pada bidang sosial, rata-rata kebutuhan sebesar 97% ditandai dengan tingginya kebutuhan dalam kemampuan komunikasi dan kerja sama. Sementara itu, bidang karier menempati posisi tertinggi dengan rata-rata 99%, terutama pada aspek pemahaman diri, eksplorasi pilihan studi lanjut, dan perencanaan masa depan. Temuan ini menegaskan bahwa program bimbingan dan konseling perlu disusun secara terencana, sistematis, dan berbasis data kebutuhan nyata peserta didik agar mampu memberikan layanan yang tepat sasaran dalam mendukung perkembangan pribadi, akademik, sosial, dan karier siswa secara optimal.